Energi Terbarukan Perlu Terus Dorongan

    Ahmad Mustaqim - 24 September 2019 20:41 WIB
    Energi Terbarukan Perlu Terus Dorongan
    Proyek energi pembangkit listrik tenaga bayu di Pantai Baru, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, yang tidak berjalan. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
    Yogyakarta: Energi listrik dari bahan batu bara akan sulit memenuhi peningkatan kebutuhan setiap tahun. Energi baru terbarukan (EBT) menjadi solusi. Di sisi lain, EBT juga untuk mengurangi dampak dari produksi energi listrik dari batu bara. 

    Kebutuhan energi listrik setiap tahun mengalami peningkatan. Kebutuhan energi listrik se-Jawa-Bali terus meningkat tujuh persen per tahun. Sementara, kekuatan mengejar peningkatan itu hanya mampu pada angka lima persen. 

    "Indonesia saat ini menjadi wilayah paling rawan pada bencana berubahan iklim. Salah satu mitigasi yang bisa dilakukan yakni penggunaan energi ramah lingkungan," katapakar energi terbarukan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Ahmad Agus Setiawan saat dihubungi, Selasa, 24 September 2019. 

    Penggunaan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) di Dusun Kedungrong, Desa Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, menjadi salah satu contoh. Kemudian, masih ada EBT di daerah lain yang sesuai dengan potensi masing-masing. 

    "Penggunaan energi berbahan bakar fosil dan batu bara berlebihan mengancam ketersediaan energi di tanah air. Salah satu bukti konkret saat ini Indonesia telah keluar dari kelompok negara penghasil minyak atau OPEC," ujarnya. 

    Ia mengatakan pemerintah pernah menarget pada 2030 Indonesia akan melaksanakan pembangunan berkelanjutan untuk memberikan akses pelayanan energi. Beberapa proyek EBT sebetulnya sudah didirikan. 

    Misalnya, pembangkit listrik tenaga bayu di Pantai Baru, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, dengan target bisa memproduksi sampai 35 ribu MW. Meskipun, saat itu tidak berjalan. "Hal ini penting mengingat sejumlah negara di dunia sudah melakukannya," kata dia. 

    Ia mencontohnya bagaimana Denmark bisa menjalankan pemakaian EBT sejak awal 2000an kini sudah mencapai 40 persen. Padahal, negara tersebut memakai energi berasal dari batu bata dan minyak sekitar 90 persen. 

    Selain itu, Australia juga menjalankan hal serupa. Dari target pemakaian EBT 20 persen pada 2020, mereka sudah mencapai angka tersebut pada tahun ini. 

    "Upaya di negara lain ini berhasil karena dilakukan dengan komitmen yang sangat besar. Ini perlu dipikirkan agar Indonesia tidak sampai krisis energi," ujarnya. 





    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id