comscore

DIY Masih Diintai Bencana pada Awal Tahun

Ahmad Mustaqim - 30 Desember 2021 13:27 WIB
DIY Masih Diintai Bencana pada Awal Tahun
ilustrasi--Proses pembersihan material longsoran di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. (Dokumentasi BPBD Kabupaten Kulon Progo)
Yogyakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan di tengah puncak musim hujan pada akhir 2021 dan awal 2022. Potensi bencana disebut besar saat musim hujan.

"BMKG memprediksi puncak musim hujan Januari-Februari (2022), ini bisa menyebabkan bencana dipicu kondisi cuaca, sepetri banjir di Bantul dan Kulon Progo, pohon tumbang, dan longsor," kata Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana, di Yogyakarta, Kamis, 30 Desember 2021.
Biwara mengatakan, kecermatan dan kehati-hatian diperlukan saat puncak musim hujan. Apalagi tren kejadian bencana selalu di atas angka 1.000 dalam tiga tahun terakhir.

Rinciannya, 782 kejadian bencana pada 2018, 1.355 kejadian bencana pada 2019, 1.058 kejadian bencana pada 2020, dan 1.015 kejadian bencana pada 2021.

Baca juga: Dinkes Jombang Bentuk Tim Usut Kematian Siswa SD usai Divaksin

"Kesiapsiagaan perlu lebih ditingkatkan saat puncak musim hujan. Lebih waspada lagi seperti di kawasan rawan longsor," kata dia.

Kondisi kerawanan itu dibarengi dengan rusaknya alat peringatan dini atau early warning system (EWS) longsor yang rusak di sejumlah lokasi. Biwara mengakui kondisi itu menjadi masalah tersendiri.

Apabila akan diperbaiki, ujarnya, membutuhkan biaya yang besar. Apalagi sebagian EWS merupakan bantuan dari pusat, seperti EWS tsunami di Kulon Progo dan Bantul yang rusak.

"Saat ini mengoptimalkan EWS yang ada dengan kearifan lokal supaya peringatan dini sampai ke masyarakat. Saat ini juga bisa memaksimalkan teknologi untuk membagikan informasi," ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya akan mengupayakan EWS baru ke depan. Menurut dia, EWS baru menjadi pilihan agar teknologi yang digunakan bisa lebih baik.

"Keberadaan alat tergantung manusianya. Dengan teknologi baru diharapkan manfaat dan fungsinya bisa lebih baik," jelas dia.


(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id