Kerugian Korupsi Bulog Bolmong Rp1 Miliar Lebih

    Mulyadi Pontororing - 04 September 2018 11:10 WIB
    Kerugian Korupsi Bulog Bolmong Rp1 Miliar Lebih
    Polisi Dalami Dugaan Korupsi di Bulog Bolmong Pasca-OTT Mulyadi Pontororing • Senin, 19 Feb 2018 15:37 WIBkorupsi operasi tangkap tanganottNews Daerah TWITTER FACEBOOK GOOGLE+ Polisi Dalami Dugaan Korupsi di Bulog Bolmong Pasca-OTT Oknum pejabat Pe
    Manado: Kasus korupsi di Bulog Sub Divre Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, terus bergulir di Polres Bolmong. Terbaru, penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Bolmong telah mengantongi hasil audit kerugian yang ditimbulkan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

    Kasat Reskrim Polres Bolmong AKP Ronny Maridjan mengatakan audit dilakukan selama 20 hari oleh enam petugas. Menurutnya, hasil audit telah diserahan ke pihaknya untuk menindaklanjuti perkara jual beli beras sejahtera (rastra) yang terjadi di Bulog Sub Divre Bolmong.

    “Totalnya saya lupa. Namun yang pasti kerugian di atas Rp1 miliar,” katanya, Selasa, 4 September 2018, di Kotamobagu.

    Baca: Pejabat Bulog Bolmong Terkena OTT

    Dia mengungkapkan, langkah selanjutnya yakni proses gelar perkara yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Gelar perkara, kata dia, untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam kasus itu.

    "Akan ada tersangka lagi yang pasti. Namun kita gelar perkara dulu," pungkasnya.

    Sebelumnya, polisi memprediksi kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus ini sebesar Rp4 miliar. Perkiraan itu disebutkan sebelum tim auditor turun dan menghitung kerugian negara.

    Baca: Korupsi Bulog Bolmong Rugikan Negara Rp4 Miliar

    Kasus ini terungkap setelah Penyidik Polres Bolmong melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat Bulog Divre Bolmong berinisial BM alias Bernard di salah satu kamar hotel di Kotamobagu pada 12 Februari 2018 lalu.

    Dalam OTT itu polisi menyita uang Rp30 juta yang diduga akan digunakan untuk menyuap oknum aparat. Selain barang bukti uang, polisi juga menyita ribuan karung rastra di salah satu gudang penadah.

    Dalam perjalanan kasus, penyidik telah memeriksa Kepala Sub Divre Bulog Bolmong Ronni Rasyid dan bendaharanya serta kepala gudang Bulog Bolmong. Selain pejabat Bulog Bolmong, polisi juga sudah memeriksa sedikitnya 200 kepala desa untuk menelusuri penyaluran raskin.

    Kapolres Bolmong AKBP Gani F. Siahaan menegaskan pihaknya tak main-main dalam mengusut tuntas kasus ini.  Namun, kata dia, untuk mengungkap tuntas sebuah kasus korupsi membutuhkan waktu.

    "Jadi butuh waktu. Kalau sudah ada materiil kerugian, kita naikan statusnya menjadi sidik. Tentu sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” ujar mantan Kasubdit Tipidkor Polda Sulut ini beberapa waktu lalu.




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id