Pelabuhan Sampit Pastikan Tak Ada Pemudik yang Lolos

    Antara - 20 Mei 2020 14:05 WIB
    Pelabuhan Sampit Pastikan Tak Ada Pemudik yang Lolos
    ilustrasi Medcom.id
    Sampit: Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit, Kotawaringin Timur, Thomas Chandra, memastikan tidak ada pemudik melalui pelabuhan Sampit. Sejumlah petugas akan siaga penuh hingga menjelang perayaan Idulfitri.

    "Tahun lalu pemudik sekitar 23.000 penumpang, untuk tahun ini tidak ada karena ada larangan mudik dari pemerintah pusat," kata Thomas di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotawaringin Timur, Rabu, 20 Mei 2020.

    Baca: 45 Kasus Baru Korona di Papua

    Thomas menegaskan pemerintah pusat sudah membuat peraturan membatasi orang menggunakan transportasi laut. Memang ada penumpang yang diberangkatkan, namun mereka bukan pemudik, melainkan orang-orang yang melakukan perjalanan untuk keperluan tertentu dan harus tetap memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah.

    Kondisi ini membuat aktivitas di Pelabuhan Sampit jauh lebih sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Biasanya saat ini lonjakan penumpang signifikan karena menuju puncak arus mudik, namun tahun ini aktivitas pelabuhan lebih banyak untuk bongkar-muat barang.

    "Artinya untuk tahun ini mudik dilarang. Yang diberikan adalah perjalanan terbatas terhadap orang-orang yang misalnya ada warga yang keluarga intinya meninggal, ASN/TNI/Polri yang mendapat tugas dari pimpinannya, atau ada pemulangan dengan alasan khusus. Itu pun mereka tetap harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan," ungkap Thomas.

    Menurut Thomas verifikasi persyaratan menjadi hal sangat penting sebelum calon penumpang diberikan tiket oleh perusahaan pelayaran. Setelah itu, verifikasi di pelabuhan adalah langkah terakhir yakni pemeriksaan kesehatan oleh petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Sampit.

    Sementara General Manager PT Pelindo III Cabang Sampit, Zainal Abidin, mengatakan pada musim arus mudik tahun ini baru ada dua keberangkatan kapal yakni dilayani KM Kirana I menuju Surabaya dengan total penumpang 59 orang. Namun dia memastikan bahwa penumpang tersebut bukan pemudik, melainkan orang-orang yang termasuk dalam kategori diperbolehkan melakukan perjalanan terbatas.

    "Yang dibawa itu bukan pemudik, tetapi seperti pekerja RSUD dr Murjani Sampit yang kontrak kerjanya sudah habis. Jadi kemarin mereka itu kita bantu pulang, daripada mereka di sini tidak bisa, tapi mereka tetap harus memenuhi syarat-syarat khusus yang sudah ditetapkan pemerintah," kata Zainal Abidin.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id