Pemprov Papua Imbau Pasutri Tunda Kehamilan

    Roylinus Ratumakin - 11 Mei 2020 14:55 WIB
    Pemprov Papua Imbau Pasutri Tunda Kehamilan
    Kepala Perwakilan BKKBN Papua, Sarles Brabara. (Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin)
    Jayapura: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua, mengimbau agar pasangan suami istri di Bumi Cenderawasih, dapat menunda kehamilan selama masa pandemi covid-19.

    Kepala Perwakilan BKKBN Papua, Sarles, mengungkapkan, risiko penularan virus terhadap ibu hamil cukup tinggi. Apalagi setiap orang butuh imun kuat untuk menangkalnya.

    "Kalau hamil, mendatangi fasilitas kesehatan seperti rumah sakit atau puskesmas juga berisiko tertular. Tetapi kalau yang sudah terlanjur hamil tidak apa-apa. Kita imbau yang belum agar mempertimbangkan untuk ditunda,” kata dia, Senin, 11 Mei 2020. 

    Menurut Sarles, Badan Kependudukan Dunia (UNFPA) memprediksi sejumlah kebijakan untuk memutus mata rantai penularan virus seperti penutupan wilayah, di rumah saja, dan bekerja dari rumah, menjadi peluang kenaikan angka kehamilan. Prediksi itu bahkan akan terjadi paling tidak selama tiga hingga empat bulan ke depan.

    “Diprediksi akan ada 'baby boom'. Di Indonesia sudah terjadi, seperti di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat dan Nagekeo, NTT. Jumlah orang yang hamil naik seratus persen lebih. Ini yang kita khawatirkan," ujarnya.

    Baca juga: 8 RS di Jayapura Setop Sementara Pelayanan Partus Normal

    Sarles mengungkapkan, bersama Ikatan Bidan Indonesia di Papua, bersama-sama memberikan sosialisasi dan pelayanan kontrasepsi jangka pendek dengan pemberian pil, suntik, dan kondom. 

    “Kita inginkan kesehatan ibu dan bayi yang akan lahir. Kami juga beri bantuan berupa masker, sarung tangan, bahan makanan, dan sosialisasi kepada para bidan dan masyarakat,” katanya. 

    Sementara itu, juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Papua, Silwanus Sumule, menambahkan pihaknya mendorong agar proses persalinan secara normal bagi ibu hamil di Papua di wilayahnya hanya dilakukan di Puskesmas untuk beberapa bulan ke depan.

    “Rumah sakit kita saat ini penuh dengan pasien covid-19. Kurang lebih 640 pasien yang sedang kita rawat yaitu, 228 positif dan 412 Pasien PDP. Kami sudah dorong agar ibu-ibu hamil yang akan melahirkan, khususnya yang melahirkan normal di Puskesmas saja,” kata Silwanus.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id