Hampir Sepekan, Gunung Merapi Muntahkan Lava Pijar 54 Kali

    Ahmad Mustaqim - 12 Februari 2021 18:33 WIB
    Hampir Sepekan, Gunung Merapi Muntahkan Lava Pijar 54 Kali
    ilustrasi Medcom.id



    Yogyakarta: Aktivitas vulkanis Gunung Merapi masih tinggi. Sepekan terakhir, gunung tersebut memuntahkan 54 kali lava pijar.

    Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat, terjadi 16 kali lontaran lava pijar pada 7 Februari. Saat itu luncuran maksimal sekitar satu kilometer ke arah hulu Kali Boyong dan Krasak.




    "Kegempaan saat itu yakni, gempa guguran terjadi 79 kali, gempa fase banyak 8 kali, gempa tektonik 2 kali, dan gempa hembusan sekali," kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida dalam keterangan tertulis, Jumat, 12 Februari 2021.

    Baca: Gunung Sinabung Luncurkan Awan Panas Guguran

    Kemudian, terjadi 23 kali guguran lava pijar pada 8 Februari 2021. Jarak luncuran mencapai 1,5 kilometer di arah barat daya atau hulu Kali Boyong dan Krasak.

    "Selama dua hari itu, pemendekan terjadi 0,3 sentimeter per hari. Sementara, kegempaan pada 8 Februari yakni terjadi 80 kali gempa guguran, gempa fase banyak 4 kali, dan gempa tektonik sekali," ujarnya.

    Adapun selama dua hari berikutnya, yakni 9 dan 10 Februari, terjadi 13 kali lontaran lava pijar. Jarak Luncurnya berkisar 700 meter hingga satu kilometer.

    Baca: Aktivitas Semeru Didominasi Gempa Letusan

    Sementara, aktivitas kegempaan juga masih cukup tinggi. Rinciannya, gempa guguran 292, gempa fase banyak 156, gempa vulkanik dangkal 21 kali, gempa tektonik tiga kali, dan gempa hembusan dua kali.

    "Kemarin, terjadi dua kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1,2 kilometer. Kemudian teramati guguran sekali dengan jarak luncur 600 meter. Kegempaan juga terjadi, yakni gempa guguran 156 kali, gempa fase banyak 8 kali, gempa vulkanik dangkal sekali, dan gempa tektonik empat kali," kata dia.

    Hingga kini, status Gunung Merapi masih siaga. Jarak aman kegiatan manusia masih di luar radius lima kilometer dari puncak. Para pengungsi di kawasan Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman telah kembali ke rumah beberapa hari lalu. Jarak luncuran material erupsi diprediksi tidak menjangkau pemukiman warga, yakni sekitar 6 kilometer.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id