Penikam Ali Jaber Tak Berniat Ajukan Eksepsi

    Lampost - 19 November 2020 15:45 WIB
    Penikam Ali Jaber Tak Berniat Ajukan Eksepsi
    Terdakwa penikam Ali Jaber, Alpin Andrian. Dok Lampost.co/Asrul S Malik
    Bandar Lampung: Penikam Ali Jaber, Alpin Andrian, 24, menjalani sidang perdana, Kamis, 19 November 2020. Kuasa hukum Alpin, Ardiansyah, mengaku tidak akan mengajukan eksepsi usai melihatnya jalannya sidang dakwaan perkara. 

    "Kita tidak melakukan eksepsi atas dakwaan ini, kita langsung ke proses selanjutnya yakni pemeriksaan saksi," ujar Ardiansyah di Mapolresta Bandar Lampung, Kamis, 19 November 2020.

    Dia menerangkan, pihaknya tidak fokus membela kesalahan yang dilakukan Alpin. Tetapi, tim kuasa hukum fokus pada pembuktian atau kebenaran materil  peristiwa tersebut.

    "Kita nanti hadirkan beberapa saksi, termasuk ahli pidana agar jelas fakta kejadiannya, kemudian ada juga saksi yang tadinya mau kita hadirkan seperti perawat (klinik kejiwaan) Alpin, tapi ternyata bakal jadi Saksi Pihak JPU juga, jadi nanti saksi yang kita hadirkan melihat persidangan selanjutnya dan saksi yang dihadirkan JPU," bebernya.

    Baca: Penyerang Berencana Membunuh Syekh Ali Jaber

    Dia meminta, agar sidang selanjutnya bisa diadakan secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. Sidang perdana dilakukan secara daring.

    "Supaya membuka kebenaran materil dalam perkara ini dan publik bisa menilai dan melihat, kami khawatirkan misalnya ada pengaruh sinyal yang jelek, tanya jawab tidak sempura apalagi ada proses yang membutuhkan pendalam tanya jawab," imbuhnya.

    Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Alpin dengan Pasal 340 KUHP jo Pasal 53 KUHP tentang percobaanPembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun

    Baca: Penikam Mengaku Terganggu dengan Dakwah Syekh Ali Jaber

    Subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 53 KUHP tentang Percobaan Pembunuhan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun

    Subsider Pasal 355 ayat 1 “Penganiayaan berat dilakukan dengan rencana lebih dahulu, diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun

    Subsider pasal 351 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan pasal 2 ayat (1) UU Darurat no 12 Tahun 1951 tentang tanpa hak menguasai dan membawa senjata tajam, dengan ancaman pidana penjara setinggi-tingginya 10 tahun.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id