Pemekaran Papua Dinilai Tak Seimbang Dengan Jumlah Masyarakat

    Roylinus Ratumakin - 25 November 2019 16:23 WIB
    Pemekaran Papua Dinilai Tak Seimbang Dengan Jumlah Masyarakat
    Anggota DPR Papua Yunus Wonda. Foto: Medcom.id/Roy Ratumakin.
    Jayapura: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPR Papua), Yunus Wonda, mengatakan wacana pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) sebanyak tujuh provinsi di Papua dan Papua Barat bukan atas kehendak masyarakat Papua. Pemekaran Papua dinilai hanya kepentingan segelintir orang.

    “Hari ini, rakyat Papua tidak menginginkan pemekaran Papua. Orang asli Papua (OAP) yang hidup di atas tanah ini tidak butuh pemekaran provinsi, yang mereka butuhkan adalah bisa hidup aman dan nyaman di atas tanahnya sendiri,” kata Wonda kepada Medcom.id, Senin, 25 November 2019.

    Menurut poltikus Partai Demokrat ini pemekaran DOB sah-sah saja, tetapi bukan sekarang. Mungkin 10 atau 20 tahun kedepan baru bisa dilakukan pemekaran. Hal itu lantaran  populasi orang asli Papua semakin berkurang dan tidak akan memenuhi standar pembentukan provinsi baru.

    “Jadi kalau hari ini ada orang yang katakan, jangan kita kotak-kotakan pemekaran, saya mau katakan bahwa bukan masalah kotak mengkotak, tetapi kita harus lihat di mana jumlah OAP sudah mulai berkurang di atas tanahnya sendiri,” katanya.

    Persoalan setuju atau tidaknya pemekaran DOB menurut Wonda tentunya dirinya senang, bahkan, katanya bila perlu Provinsi Papua dimekarkan menjadi 10 provinsi kalau memang itu dibutuhkan.

    “Asalnya jumlah penduduknya seimbang. Coba lihat saja di depan mata, berapa jumlah orang asli Port Numbay? Sudah cukup kah untuk dilakukan pemekaran?, Jangan buat orang Papua termajinalkan, jangan buat orang Papua tersisih dari tanahnya sendiri,” ujar Wonda yang juga mantan Ketua DPR Papua periode lalu.




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id