Pengrajin Irus di NTT Menuai Berkah di Tengah Pandemi

    MetroTV - 21 Juli 2021 16:22 WIB
    Pengrajin Irus di NTT Menuai Berkah di Tengah Pandemi
    Ilustrasi. Foto: Dok/unsplash.com



    Jakarta: Sejumah pengusaha termasuk pelaku usaha mikro kecil di berbagai daerah gulung tikar akibat hantaman pandemi covid-19. Berbeda dengan kerajinan irus atau sendok sayur besar di Maggarai, NTT, meskipun penjualan turun akibat covid-19.

    Barang bekas khususnya dari alumunium, bagi banyak orang mungkin tidak lebih dari rongsokan atau bahkan sampah yang layak dibuang. Tapi di tangan orang terampil justru bisa menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi dan menghidupi keluarga.

     



    Seperti di sebuah kampung di Kabupaten Manggarai, NTT terdapat 13 pengrajin yang menggantungkan hidup mereka dari menempa limbah alumuniun menjadi sebuah irus. Dengan peralatan seadanya, mereka dapat mengolah 7 kg alumunium dan menghasilkan 21 irus sehari atau rata-rata 100 irus setiap pekan yang dipasarkan di beberapa kabupaten di NTT.

    Namun selama pandemi covid-19 pedagang yang membeli produk mereka semakin berkurang karena tak banyak lagi yang berani berjualan hingga keluar daerah. Akibatnya, penghasilan mereka pun ikut menurun.

    "Awalnya 1 minggu laku 100 buah. Tapi, selama pandemi cuma jadi 50," ujar seorang pengrajin irus, Efridus Tahur.

    Mereka berharap pemerintah bisa membantu usahanya agar mampu bertahan selama masa pandemi, baik bantuan modal usaha, pemasaran maupun peralatan kerja.

    "Semoga ada bantuan modal dari pemerintah untuk membeli alat peleburan,” ujar Nikolaus Jehaman, yang juga pengrajin irus. (Nabila Safarina)

    (MBM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id