Tiga Home Industri Petasan di Mojokerto Digerebek Polisi

    Tamam Mubarok - 03 Mei 2021 16:27 WIB
    Tiga Home Industri Petasan di Mojokerto Digerebek Polisi
    Polres Mojokerto menggerebek home industri pembuatan petasan. Metro TV/ Tamam Mubarok



    Mojokerto: Polres Mojokerto menggerebek 3 home industri petasan ilegal yang tersebar di sejumlah lokasi. Dari hasil penggerebekan, polisi menangkap 4 tersangka serta menyita 69 kg black powder dan ribuan petasan siap edar.

    Ketiga home industri petasan tersebut berlokasi di Kecamatan Sooko dan Jatirejo yang berada di Kabupaten Mojokerto. Sementara satu lokasi lain hasil pengembangan yakni di Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.






    "Ke-4 tersangka tersebut yakni Mulyadi, 46, Suwono, 51, Kaseran 71, Roib, 46. Seluruh tersangka ini sebagian berperan sebagai penyedia black powder, serta ada juga tukang pembuat selongsong petasan. Mereka juga ditangkap di lokasi berbeda," kata Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander kepada wartawan, Senin, 3 Mei 2021.

    Baca: Tiba di Bandara Juanda, 4 Pekerja Migran Positif Covid-19

    Dony menjelaskan selain menangkap para pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 69 kg bahan peledak (black powder), 2 kg belerang, 5 kg potasium, serta 2237 petasan berbagai ukuran. Seluruh petasan ini rencana dijual saat perayaan malam takbir lebaran.

    "Seluruh barang bukti ini rencana akan dijual dan digunakan saat malam takbir lebaran. Tentunya ini sangat berbahaya," jelasnya.

    Dari keterangan tersangka, petasan berbalut kertas tersebut dijual dengan harga bervariasi. Mulai dari Rp10 ribu sampai dengan Rp100 ribu. Sementara black powder juga dikemas eceran untuk dijual ke konsumen.

    Dony menambahkan penggerebekan ini berawal dari informasi masyarakat yang mengaku resah dengan keberadaan home industri petasan yang dikendalikan oleh tersangka. "Masyarakat mengaku resah dengan keberadaan industri rumahan petasan ini. Dari situ kita segera melakukan upaya hukum," ungkap Dony.

    Atas perbuatannya tersebut, ke-4 tersangka akan dijerat pasal 1 ayat 1 undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id