Kepala BPIP Imbau Mahasiswa Berpegang Teguh pada Pancasila

    Gervin Nathaniel Purba - 04 Mei 2021 16:16 WIB
    Kepala BPIP Imbau Mahasiswa Berpegang Teguh pada Pancasila
    Kegiatan Refleksi Hari Pendidikan Nasional, Pembumian Ideologi Pancasila Di Kalangan Mahasiswa Sebagai Upaya melawan Radikalisme di Kampus, yang di gelar di Aula Garuda Mukti, Kampus C Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, Jawa Timur. (Foto:: Dok. BPIP



    Surabaya: Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi menekankan pentingnya peran civitas akademika sebagai agen perubahan. Salah satunya menangkal praktik radikalisme di lingkungan kampus.

    "Pemuda merupakan motor perjuangan. Semua ilmu dari kampus. Bagaimana memaksimalkan semua potensi dari Tuhan," ujar Yudian, dalam Refleksi Hari Pendidikan Nasional, Pembumian Ideologi Pancasila Di Kalangan Mahasiswa Sebagai Upaya melawan Radikalisme di Kampus, yang di gelar di Aula Garuda Mukti, Kampus C Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, Jawa Timur, dikutip keterangan tertulis, Senin, 3 Mei 2021.






    Yudian mengandaikan Pancasila sebagai Lailatul Qadar, sebagai mukjizat bangsa Indonesia setelah Sumpah Pemuda yang telah merintis persatuan. 

    "Mengapa kita harus tunduk pada Pancasila? Salah satunya konsensus seluruh unsur mendirikan negara dengan musyawarah mufakat," ujar Yudian.

    Sementara itu, Wakil Rektor UNAIR Bambang Sektiari Lukiswanto mengenang Reformasi 1998. Perjuangan bangsa Indonesia untuk lebih demokratis telah berhasil. 

    Sayangnya, demokratisasi cenderung menjurus liberalisasi setelah itu. "Pancasila seakan-akan dilangitkan. Bertahun-tahun dipelajari jadi seolah terhapuskan," kata Bambang.

    Kepala BPIP Imbau Mahasiswa Berpegang Teguh pada Pancasila
    (Foto: Dok. BPIP)

    Dia mengingatkan Pancasila adalah perjuangan akhir. Semangat ini penting memasuki revolusi industri 4.0 yang sarat digitalisasi. 

    "Pembumian Pancasila bagi civitas akademika sebagai agent of change fundamental. Agar radikalisme sempit tidak tumbuh di kampus," katanya.
     
    Peran penting Pancasila juga diamini Presiden BEM FISIP UNAIR Yoga Haryo Prayogo. Bukan hanya untuk kesejahteraan dan keberadaban, juga sebagai penangkal ekstrimisme.

    Direktur Pengendalian BPIP Mukhammad Fahrurozi juga menyoroti intoleransi dan radikalisme. Dia menilai pintu masuk kedua fenomena negatif itu bukan hanya datang dari kalangan kurang mampu. Justru di kalangan mapan ekonomi dan terdidik. "ASN, aparatur, politisi juga ikut terpapar," katanya.
     
    Sebagai solusi, kata Fahrurozi, perlu diperbanyak kegiatan yang menyasar milenial. Lewat media musik, olahraga, kuliner, film. 

    "Secara periodik, teratur memberikan kuliah wawasan pancasila. Kami di BPIP menggeliatkan produk-produk yang menjadi minat pemuda," tuturnya.
     
    Dalam acara ini juga dilakukan Deklarasi Kader Inti Pancasila. Butir-butir penting dibacakan lantang oleh beberapa perwakilan mahasiswa UNAIR. 


    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id