comscore

Warga Bandung Mengeluhkan MyPertamina: Beli BBM Ribet

Roni Kurniawan - 01 Juli 2022 16:38 WIB
Warga Bandung Mengeluhkan MyPertamina: Beli BBM Ribet
Pengendara mengisi BBM di SPBU Kota Bandung.
Bandung: Sejumlah pengendara mobil mengeluh ketika hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menggunakan aplikasi MyPertamina di Bandung, Jawa Barat. Aturan baru tersebut dinilai ngawur karena pengendara harus menggunakan ponsel pintar ketika mengisi BBM.

Menurut Andi, salah seorang pengendara, penggunaan aplikasi ketika hendak mengisi pengisian Pertalite atau Solar sangat membahayakan. Pasalnya, pengendara harus mengoperasikan ponsel untuk bertransaksi di SPBU.
"Padahal kan sudah jelas aturan di pom bensin saat isi itu tidak boleh menyalakan mesin, terus juga tidak boleh sambil menggunakan HP. Tapi kok sekarang malah disuruh pakai aplikasi, terus itu kan pasti buka HP, menurut saya bahaya," kata Andi saat ditemui di SPBU Dago, Jalan Ir. H. Djuanda, Kota Bandung, Jumat, 1 Juli 2022.

Hal senada pun diungkapkan Sarah, warga Ledeng, Kota Bandung, menilai aturan transaksi BBM di SPBU menggunakan ponsel pintar belum tepat. Seharusnya, kata dia, pemerintah tetap memberikan pilihan kepada konsumen cara bertransaksi.

Baca juga: Pengendara Motor di Bandung Tak Perlu MyPertamina untuk Beli Pertalite

"Ya cash tetap ada, pakai aplikasi juga ada. Jangan langsung diterapkan begini. Karena enggak semuanya yang punya mobil itu punya saldo buat top up. Harusnya tetap ada pilihan, kalau mau laku pakai aplikasi transaksinya, ya dibikin promo atuh, jangan kaya gini," beber Sarah. 

Keluhan pun muncul dari para pengemudi angkutan kota (angkot). Mereka menilai, untuk transportasi umum atau pun taksi tidak usah pakai aplikasi untuk bertransaksi isi Pertalite.

"Kan enggak semuanya sopir angkot itu punya HP bagus (smartphone). Ini saya mending punya, tapi teman-teman masih ada yang pake HP jadul, yang enggak bisa ada WA (whatsappnya), apalagi buat instal aplikasi ini. Sudah mah susah cari penumpang, sekarang mau beli Pertalite saja ribet," kata Dadang, sopir angkot. 

Sebelumnya, pemerintah menerapkan aturan transaksi pembelian BBM jenis Pertalite dan Solar wajib menggunakan aplikasi MyPertamina mulai 1 Juli 2022. Sebanyak 11 wilayah dipilih dalam uji coba penerapan transaksi melalui aplikasi tersebut di antaranya, Kota Bukit Tinggi, Kab. Agam, Kota Padang Panjang, Kab. Tanah Datar, Kota Banjarmasin, Kota Bandung, Kota Tasikmalaya, Kab. Ciamis, Kota Manado, Kota Yogyakarta, dan Kota Sukabumi.


(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id