comscore

RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Rawat 1 Anak Terduga Hepatitis Akut Asal Sulbar

Media Indonesia - 13 Mei 2022 16:44 WIB
RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Rawat 1 Anak Terduga Hepatitis Akut Asal Sulbar
Ilustrasi Medcom.id
Makassar: Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, mengonfirmasi RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Sulawesi Selatan saat ini merawat satu pasien diduga menderita hepatitis akut misterius berasal dari Polewali Sulawesi Barat.

"Kami terus memantau kemungkinan adanya kasus hepatitis akut di Makassar, dan dari hasil monitoring, diketahui ada terduga suspek hepatitis akut dirawat di wahidin, tapi ternyata bukan warga Makassar atau Sulsel, melainkan dari Sulsel," ungkap wali kota yang akrab disapa Danny Pomanto itu di Makassar, Jumat, 13 Mei 2022. 
Dia bahkan mengaku, sempat sedikit keberatan dirujuknya warga tersebut dirawat di Makassar, lantaran takut terjadi penularan. "Inikan menularnya bisa lewat udara juga," keluh Danny.

Karena kondisi itu, Pemkot Makassar pun mengimbau agar warga selalu menjaga kondisi lingkungan tetap sehat, utamanya kondisi anak-anak, lantaran mereka kelompok yang rentan terkena hepatitis akut misterius.

Baca: Cegah Hepatitis Akut, Walkot Tangerang Imbau Siswa Berbekal Makanan dari Rumah

Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Bachtiar Baso menambahkan, jika pasien suspek tersebut dirujuk dari Sulbar ke RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo karena rumah sakit tersebut memang merupakan rujukan nasional, khususnya di kawasan Timur Indonesia.

Pasien tersebut merupakan anak berusia 9 tahun, dengan kondisi kulit anak yang memang agak kekuningan. "Tapi berdasarkan hasil pemeriksaan sementara oleh dokter spesialis, gejala pada anak tersebut justru lebih mendekati penyakit rubella. Jadi belum ada diagnosa pasti dan lebih
malah pada rubella," tambah Bachtiar.

Sehingga, kasus pasien tersebut masih suspek karena memiliki gejala yang hampir serupa dengan hepatitis. Namun untuk memastikan apakah pasien itu menderita hepatitis akut misterius masih harus ada pemeriksaan lanjutan.

Pemeriksaan bisa berlangsung berhari-hari. Pemeriksaan itu di antaranya adalah pemeriksaan SGPT (Serum Glutamat Piruvat Transaminase) dan SGOT (Serum Glutamat Oksaloasetat Transaminase) yaitu dua macam enzim yang berhubungan dengan kerusakan sel hati.

"Dokternya tetap akan mengejar apakah betul anak ini menderita hepatitis akut misterius. Makanya disingkirkan semua diagnosa-diagnosa bandingnya," tandas Bachtiar. 

(WHS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id