comscore

Waspada! Riset Dinkes 1 dari 3 Anak Muda Kota Bandung Rentan Terkena Hipertensi

Media Indonesia - 09 Juni 2022 11:42 WIB
Waspada! Riset Dinkes 1 dari 3 Anak Muda Kota Bandung Rentan Terkena Hipertensi
ilustrasi dokumentasi freepik.com
Bandung: Dari hasil riset yang dilakukan Dinas Ksehatan (Dinkes) Kota Bandung Jawa Barat  satu dari tiga penduduk Kota Bandng yang berusia 15 tahun ke atas mengindap hipertensi atau tekanan darah tinggi.

"Hipertensi kerap kali diidentikan pada orang usia lanjut dengan gejala sakit kepala dan mudah marah. Namun, ternyata dari hasil Riset yang dilakukan pada tahun 2018, satu dari tiga penduduk di Kota Bandung berusia lebih dari 15 tahun mengidap hipertensi," kata Kepala Bidang Pengecahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung, Ira Dewi Jani di Bandung Kamis, 9 Juni 2022.
Prevalensinya kata Ira mencapai 36,6 persen dari jumlah penduduk Kota Bandung di atas usia 15-69 tahun. Hitungannya, sekitar 700 ribu orang di Kota Bandung berpotensi terkena hipertensi, sampai Mei kemarin Dinkes memperoleh aduan hipertensi sekitar 28.000 kasus.

Bahkan, merasa tak bergejala di awal penyakit ini disebut sebagai 'silent killer'. Penyakit ini baru diketahui ketika sudah bergejala, seperti stroke, sakit ginjal, dan masalah jantung.

"Dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), penyakit tidak menularseperti diabetes dan hipertensi penderitanya mulai bergeser ke usia yang lebih muda. Faktornya terbagi menjadi dua, faktor yang tidak bisa dikendalikan dan bisa dikendalikan. Untuk faktor yang tidak bisa kendalikan, seperti usia, jenis kelamin, dan keturunan," jelasnya.

Baca: 18 Ribu Tenaga Honorer Pemkot Bandung Terancam Menganggur

Tapi, lanjut Ira, ada juga faktor yang bisa kita kendalikan, seperti pola diet, menu makanan yang tidak seimbang, kurang olahraga, konsumsi garam berlebih, dan tingkat stress yang tinggi. Ira mengingatkan masyarakat untuk rutin melakulan screening atau cek kesehatan di puskesmas terdekat. Jangan sampai menunggu ada gejala dulu baru memeriksakan ke dokter.

"Mau ada gejala atau tidak, minimal setahun sekali periksa tekanan darahnya ke puskesmas terdekat. Biayanya gratis, sudah dijamin pemerintah," ucapnya.

Menurut Ira, beberapa gejala yang bisa muncul akibat hipertensi antara lain stroke, retinopati, komplikasi jantung, dan gagal ginjal. Perlu diketahui, retinopati merupakan salah satu penyakit mata yang rentan membuat penglihatan seseorang menjadi kabur. Jantung pun membesar karena harus memompa terus-menerus

"Bisa gagal jantung atau ada penyumbatan di dalamnya. Lalu ginjal juga jadi ancaman jika tekanan darah tinggi tidak terkontrol," imbuhnya.

Untuk menekan angka hipertensi di Kota Bandung, pihaknya bekerja sama dengan puskesmas mengadakan webinar. Namun, Ira mengaku, untuk mengubah perilaku masyarakat tidak bisa dalam jangka waktu cepat.

Ira memaparkan langkah-langkah yang harus dilakukan agar mengindari hipertensi. Caranya dengan pola CERDIK:
  1. Cek kesehatan secara berkala. Jika telah terdeteksi hipertensi harus sebulan sekali cek kesehatan
  2. Enyahkan asap rokok. Sebab ada bahan dalam rokok yang membuat pembuluh darah menjadi tidak elastis
  3. Rutin melakukan aktivitas fisik yang harus terukur. Sehingga mempunyai pengaruh kesehatan tubuh
  4. Diet atau menu makanan yang seimbang. Harus ada sayur dan buah, serta minum yang cukup
  5. Istirahat yang cukup untuk karena akan memengaruhi kesehatan tubuh
  6. Kelola stres dengan benar.
"Memang perlu upaya-upaya yang harus kita lakukan. Warisan ke anak cucu bukan cuma hutan, sawah, lautan, kosan, tapi juga kesehatan," ujarnya.

(WHS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id