Pengembang Perumahan Beri Iming-Iming Cash Back Rp40 Juta

    Daviq Umar Al Faruq - 03 Maret 2020 14:11 WIB
    Pengembang Perumahan Beri Iming-Iming <i>Cash Back</i> Rp40 Juta
    Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
    Malang: Seorang pengembang perumahan The Valley Residence berinisial, LY, ditetapkan tersangka oleh Polresta Malang Kota. Wanita asal Bogor, Jawa Barat, itu ditangkap setelah terbukti melakukan penipuan terhadap dua orang korban yakni HDS dan MSA dengan total kerugian senilai Rp571 juta.

    LY mengatakan perumahan miliknya tersebut rencananya hendak dibangun di sebuah lahan yang berlokasi di Joyogrand, Merjosari, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur.

    "Saya pakai marketing sendiri. Marketing ada dua, mereka digaji. Sudah laku dua unit," kata LY di Malang, Selasa, 3 Maret 2020.

    Baca: Pengembang Perumahan di Malang Ditangkap karena Menipu

    LY memasarkan perumahan dengan membuat brosur yang disebar melalui media sosial dengan iming-iming potongan atau cash back sebesar Rp40 juta bila pembeli membayar tunai. Tak hanya itu, pembeli juga dibebaskan dari biaya pengurusan administrasi.

    LY menjelaskan di lahan tersebut rencananya bakal dibangun sebanyak 100 unit rumah. Namun karena sebuah permasalahan, dia melarikan diri dari Malang ke Kota Bogor, Jawa Barat.

    "Karena waktu itu saya dapat tekanan, jadi saya memutuskan untuk pergi. Objeknya ada, cuma saya juga kena tipu, ternyata objek nya itu tidak bisa dibangun," jelas LY.

    Sementara Wakapolresta Malang Kota, AKBP Setyo Koes Heriyanto, mengatakan pengakuan tersangka juga ditipu hanyalah alibi. Sebab setelah dilakukan penyelidikan, pengakuan tersebut tidak terbukti.

    "Kata dia tidak bisa dibangun. Sekarang kan kalau dia beli tanah kalau dia cuma bayar 10 persen kan enggak mungkin. Seharusnya kalau kita mau pengembang, kita beli tanah dulu. Setelah jadi hak kepemilikan kita, silahkan membangun. Dia bilang ditipu ya itu mungkin alibinya dia," kata Setyo.

    Sebelumnya penipuan berkedok jual beli rumah di Kota Malang, Jawa Timur, ini telah terjadi sejak 2017 silam. Namun tersangka LY baru bisa ditangkap pada 25 Februari 2020 di Kota Bogor, Jawa Barat.

    Tersangka LY ditangkap karena terbukti membuat perusahaan dengan alamat palsu. Perusahaan tersebut yakni PT Dua Permata Kembar Natha Land yang beralamatkan di Jalan Ki Ageng Gribig, Lesanpuro, Kedungkandang, Kota Malang. Atas perbuatannya, LY diancam dengan pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan pasal 378 KUHP tentang penggelapan.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id