Nazaruddin Habiskan Waktu di Lapas dengan Beribadah

    P Aditya Prakasa - 13 Agustus 2020 15:00 WIB
    Nazaruddin Habiskan Waktu di Lapas dengan Beribadah
    M Nazaruddin menunjukkan surat bebas murni di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Bandung, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2020. ANTARA FOTO/Raisan al Farisi
    Bandung: Eks terpidana kasus korupsi Hambalang, M Nazaruddin, lebih banyak menghabiskan waktu di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung dengan beribadah. Nazaruddin mengaku 13 tahun menghuni Lapas menjadi pengalaman yang sangat berharga.

    "Kalau pengalaman di dalam itu semuanya saya bersyukur, bahwa Allah sudah menunjukkan jalan terbaik ini. Mungkin ini memang yang terbaik buat saya, ke depan semua pengalaman akan ada hikmahnya," kata Nazaruddin di Kantor Bapas Bandung, Kamis, 13 Agustus 2020.

    Baca: Nazaruddin Berencana Bangun Pesantren dan Masjid

    Nazaruddin mengaku selama berada di dalam lapas, dirinya lebih fokus pada urusan ibadah dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Menurutnya pesantren merupakan kegiatan terbaik selama dirinya berada di dalam.

    "Kita lebih mendekatkan diri ke Allah, terutama di Sukamiskin itu salat lima waktu di masjid, terus pesantren," jelas Nazaruddin.

    Selain itu bersosialisasi sesama narapidana dan tahanan tetap dilakukannya. Dia pun tak membantah adanya kabar yang menyebutkan bahwa dirinya sebagai orang yang penyendiri dan tertutup.

    "Kalau seperti itu ya cerita orang, tapi ya banyak hikmah, tapi di sana ada teman dan bersosialisasi. Dan saya juga puasa Senin, Kamis, ini puasa hari ini," ungkapnya.

    Sebelumnya Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjenpas Kemenkumham, Rika Aprianti, menyatakan M Nazaruddin bebas murni Kamis, 13 Agustus 2020. Masa bimbingan permasyarakatan Nazaruddin disebut telah berakhir.

    Nazaruddin mendapat pembebasan bersyarat dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, sejak Minggu, 14 Juni 2020. Kebebasan Nazaruddin tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Nomor PAS-738.PK.01.04.06 bertanggal 10 Juni 2020.
     
    Ia mestinya mendekam 13 tahun penjara akibat kasus suap dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Ia bebas lima tahun lebih cepat.

    (DEN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id