Pemkab Tasikmalaya Normalisasi Sungai Penyebab Banjir

    Media Indonesia.com - 20 Juni 2020 13:05 WIB
    Pemkab Tasikmalaya Normalisasi Sungai Penyebab Banjir
    Anak-anak Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya bermain di tengah banjir menggenangi 500 rumah di wilayah itu. (Foto: MI/Kristiadi)
    Tasikmalaya: Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, akan menormalisasi Sungai Citanduy dan Cikidang, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, yang kerap menimbulkan banjir di wilayah setempat setiap hujan turun.

    Guna memastikan prosesnya berjalan lancar, Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, mengatakan akan memfasilitasi persoalan ganti rugi tanah milik warga yang terdampak normalisasi.

    "Penanganan banjir langgaran yang terjadi di Desa Tanjungsari harus dilakukan dengan membuat sodetan di aliran sungai, tapi semua itu merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy. Tapi normalisasi tidak bisa dilakukan lantaran warga yang merasa memiliki tanah meminta ganti rugi," kata Ade, Sabtu, 20 Juni 2020.

    Ade memastikan pemerintah akan mengupayakan proses normalisasi tidak sampai merugikan warga. Disisi lain, ia juga meminta warga tidak melakukan aksi ambil untung dari komitmen pemerintah daerah.

    Menurut dia, banjir yang selama ini terjadi merupakan dampak dari luapan Sungai Citanduy dan Sungai Cikidang. Selama 2020, peristiwa banjir telah enam kali terjadi.

    Baca juga: Khofifah Minta Semua Bersama Perangi Covid-19

    "Bencana di Tasikmalaya, memang tidak hanya banjir. Sejak kemarin tercatat banyak musibah mulai longsor yang telah menelan korban jiwa, jembatan roboh hingga lahan pertanian mengalami kerusakan," ungkapnya.

    Ia melanjutkan, "untuk jembatan putus berada di Kecamatan Cikatomas sampai sekarang telah diupayakan agar masyarakat setempat kembali normal."

    Sementara itu, Pelaksana Teknis Operasi dan Pemeliharaan lll (OP3), BBWS Citanduy, Ijang Nurul Fuad, mengatakan, pihaknya sudah sejak tahun lalu melakukan normalisasi sungai yang menyebabkan banjir menahun di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya.

    Anggaran untuk melakukan normalisasi sudah disiapkan tapi masyarakat menolak normalisasi tersebut. Warga ingin ada ganti rugi atas tanahnya.

    "BBWS Citanduy selama ini tak bisa melakukan normalisasi. Karena, adanya permintaan ganti rugi. Jelas selama ini kami tidak memiliki anggaran tetapi kami akan berupaya melakukan langkah dan duduk bersama dengan pemkab supaya mereka tak melakukan penolakan jika semua itu dilakukan, banjir tidak akan merendam lagi warga setempat," paparnya. (Kristiadi)

    (MEL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id