Klaim Isi Racikan Herbal Covid-19 ala Hadi Pranoto

    Rizky Dewantara - 03 Agustus 2020 16:12 WIB
    Klaim Isi Racikan Herbal Covid-19 ala Hadi Pranoto
    Penampakan herbal racikan Hadi Pranoto yang disebut sebagai antibodi covid-19. (Foto: Medcom.id/Rizky)
    Bogor: Penemu obat herbal covid-19, Hadi Pranoto, mengungkap racikan herbal yang dia klaim mampu menyembuhkan pasien terkonfirmasi virus korona. Herbal itu merupakan perpaduan dari kunyit, ekstrak kulit manggis, gula aren, dan air kelapa.

    "Ramuan itu membentuk antibodi dan akan mencairkan lendir-lendir yang ada di dalam tubuh akibat virus covid-19," ujarnya, di Bogor, Jawa Barat, Senin, 3 Agustus 2020.

    Dengan ramuan tersebut, Hadi mengeklaim telah menyembuhkan sekitar 20 ribu orang. Sejak Maret 2020, ia telah mendistribusikan herbal tersebut ke sejumlah wilayah seperti Jakarta, Pulau Jawa, hingga Sumatra.

    Baca juga: Hadi Pranoto Emoh Beberkan Latar Pendidikan

    "Masyarakat yang meminum ramuan herbal saya sembuh dalam lima hari," kata dia.

    Ia menjelaskan, organ tubuh manusia seperti paru-paru dan lambung yang terkena virus covid-19 akan tertutup lendir. Cairan tersebut lalu menyumbat oksigen dan dapat membuat manusia meninggal.

    "Fungsi antibodi herbal yang kami buat, untuk mencairkan lendir di dalam tubuh yang terinfeksi covid-19. Kemudian dikeluarkan oleh tubuh melalui air keringat, air seni dan (saat buang) air besar," jelasnya. 

    Sementara itu, Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) bakal memantau perkembangan klaim obat herbal covid-19 milik Hadi Pranoto. Setiap perkembangan tentang obat itu nantinya akan disampaikan ke publik.
     
    "Kemenristek akan terus memantau dan menindaklanjuti berita/isu ini, serta akan terus memperbarui informasi sesuai data terkini terkait dengan riset dan inovasi untuk percepatan penanganan covid-19," kata Ketua Konsorsium Covid-19 Kemenristek/BRIN, Ali Ghufron Mukti, kepada Medcom.id, Senin, 3 Agustus 2020.
     
    Pemantauan ini dilakukan agar obat itu tak sembarangan digunakan masyarakat. Sabab, obat itu belum melalui uji klinis oleh pihaknya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), maupun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
     
    Terkait apakah, pihaknya akan turut serta dalam pelaksanaan uji klinis temuan Hadi, Ghufron tak menerangkan secara gamblang. Hanta saja, menurutnya, uji klinis akan dilakukan jika mendapat persetujuan.
     
    "Dan setiap pelaksanaan uji klinis harus mendapatkan persetujuan pelaksanaan uji klinis seperti oleh BPOM dan ethical clearance yang dikeluarkan oleh Komisi Etik," sambung mantan Wakil Menteri Kesehatan ini.
     
    Lebih lanjut, Ghufron meminta masyarakat tetap berhati-hati atas temuan itu. Sebab temuan Hadi, bersifat pribadi, dan Hadi bukanlah salah satu anggota peneliti konsorsium dalam tim pengembangan herbal imunomodulator yang dibentuk Kemenristek/Brin.
     
    "Saya mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dengan isu yang menyebutkan bahwa telah ditemukan obat herbal untuk pencegahan covid-19," terang Ghufron.

    (MEL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id