Warga Natuna Eksodus Takut Tertular Virus Korona

    Anwar Sadat Guna - 04 Februari 2020 17:53 WIB
    Warga Natuna Eksodus Takut Tertular Virus Korona
    WNI dari Tiongkok tiba di Batam, Kepri, untuk melanjutkan penerbangan ke Natuna. Foto: ANT/DOK Kemenlu
    Tanjungpinang: Wakil Bupati Natuna, Provinsi Kepulauan Riau Ngesti Yuni Suprapti, mengungkap banyak warga meninggalkan Kota Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Warga sengaja eksodus karena takut evakuasi WNI di Natunan membawa virus korona. 

    "Akses untuk meninggalkan Kota Ranai itu ada, sehingga cukup banyak warga menggunakan Kapal Bukit Raya menuju pulau-pulau lainnya," kata Ngesti, melansir Antara, Rabu, 5 Februari 2020.

    Dia mengatakan warga meninggalkan Ranai didorong oleh surat edaran Sekretariat Pemkab Natuna yang meliburkan pelajar mulai 3-17 hari atau senada dengan periode observasi WNI dari Wuhan di Hanggar Lanud Raden Sajad, Ranai.

    "Surat itu sudah dicabut, namun warga sudah terlanjur berangkat membawa keluarganya," jelasnya.

    Selain itu, warga meninggalkan Ranai juga disebabkan musim panen cengkih di sejumlah pulau. Para pemilik kebun cengkih membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak.

    "Sekarang lagi panen cengkih. Jadi, banyak warga yang bekerja di pulau-pulau selama musim panen," katanya.

    Ngesti menegaskan informasi alasan warga meninggalkan Natuna yakni adanya evakuasi WNI asal Tiongkok ke Natuna. Selain itu, ada alasan lain, yakni bertepatan dengan panen cengkih dan surat edaran meliburkan pelajar.

    Jadi, Ngesti memastikan jika informasi itu bukan hoaks. Dia memastikan kondisi itu sesuai fakta yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

    Dia mengungkap kondisi Natuna mulai hari ini membaik. Situasi tidak lagi mencekam seperti beberapa hari sebelumnya. Aktivitas perdagangan, dan pemerintahan berjalan lancar setelah pemerintah pusat meyakinkan warga bahwa WNI yang dikarantina di Natuna merupakan orang-orang yang sehat.

    "Mulai hari ini aktivitas warga seperti biasa, semakin membaik," tandasnya. 

    Seorang warga Ranai, Natuna, Suparman, mengaku sengaja eksodus dari Natuna. Dia beserta istri dan dua anaknya bertolak ke Pontianak, Kalimantan Barat. 

    "Kami berangkat ke Pontianak karena khawatir (penyebaran virus korona). Kami punya anak kecil. Jadi, kami sementara waktu di Pontianak untuk beberapa hari hingga kondusif di Natuna," ujar Suparman kepada Medcom.id. 

    Suparman menuturkan dia ke Pontianak menuju rumah keluarga istrinya. Suparman membawa seorang istri, dan dua anak masing-masing berusia delapan tahun dan dua tahun. 

    Kepala Syahbandar Ranai, Liberferi, mengungkapkan terjadi peningkatan jumlah penumpang kapal dari Pelabuhan Selat Lampa, Natuna. Jumlah penumpang pada Selasa, 4 Februari 2020, mencapai 675 orang. Biasanya, penumpang kapal di pelabuhan ini berkisar 300 orang per hari.

    Dia menuturkan sebagian penumpang mengaku keluar sementara dari Natuna karena ingin menghindari virus korona. Tujuan warga Natuna yakni pulau-pulau di sekitar Ibu Kota Ranai, Natuna.

    "Waktu saya tanya, rata-rata mereka mau hindari virus Korona, jadi kami juga tidak bisa menolak mereka,” ujar Liberferi.

    Sementara itu, aktivitas belajar di tujuh Kecamatan di Natuna kembali normal. Sebelumnya Bupati Natuna mengeluarkan surat edaran nomor 800/DISDIK/46/2020 terkait kebijakan meliburkan kegiatan belajar-mengajar di Natuna, kemudian dicabut atas perintah Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam surat Edaran Menteri Dalam Negeri nomor T.4223/666/OTDA. 

    Namun belum semua orang tua yang mengizinkan anaknya bersekolah. Lia, 42, warga Ranai, mengaku belum mengizinkan anaknya masuk sekolah.

    "Saya masih khawatir dengan virus Korona, Saya akan mengizinkan anak saya sekolah lagi setelah ada kabar dari Pemerintah, bahwa virus Korona tidak beredar di Natuna," ujarnya.






    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id