Puluhan WNA akan Dipindahkan dari Manado

    Mulyadi Pontororing - 23 Februari 2018 14:14 WIB
    Puluhan WNA akan Dipindahkan dari Manado
    Para pengungsi dari Afganistan, Pakistan dan Somalia dipindahkan secara bertahap dari Rudenim Manado ke CH Hermes, Tanjung Pinang, Riau, Medcom.id - Mulyadi
    Manado: Pihak Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulawesi Utara memindahkan 51 warga negara asing (WNA) dari Manado ke Tanjung Pinang, Riau. Para WNA berasal dari Afghanistan, Pakistan, dan Somalia.

    Menurut Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulut Dodi Karnida, para WNA menempati Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Manado. Pemindahan WNA dilakukan secara bertahap.

    "Mereka diterbangkan dari Manado via Bandara Soekarno-Hatta dan setiap penerbangan dikawal oleh 6 orang pengawal masing-masing petugas dari Rudenim Manado, Direktorat Jenderal Imigrasi dan pegawai dari Rudenim Pusat di Tanjung Pinang," kata Dodi di Manado, Jumat, 23 Februari 2018.

    Menurut Dodi, setelah diserahkan ke Rudenim Tanjung Pinang, mereka rencananya akan ditempatkan di CH Hermes di Tanjung Pinang. Mereka diawasi petugas Rudenim Tanjung Pinang.

    "Dengan pemindahan 51 pengungsi tersebut, maka yang tersisa di Rudenim Manado hanya tinggal 30 orang yang berstatus pengungsi, 16 orang berstatus Pencari Suaka (Asylum Seekers) karena mereka belum lulus verifikasi sebagai Pengungsi dari Badan PBB Urusan Pengungsi (UNHCR), 5 orang Filipina yang terdampar dan kapalnya rusak diterjang badai besar di Talaud pada tanggal 13 Desember 2017 dan 1 orang WN Filipina kasus illegal entry limpahan dari Rudenim Kupang, NTT," terang Dodi.

    Di sisi lain, Dodi menjelaskan, Sulawesi Utara memang bukan wilayah perlintasan para pengungsi asing yang mayoritas mereka berharap sampai di negara tujuan favorit yaitu Australia yang lokasinya sangat dekat dengan Indonesia. Untuk itu, pihaknya berharap, agar para pengungsi atau para pencari suaka itu tidak menjadikan Sulut sebagai lokasi perlintasan atau tujuan.

    Namun demikian, lanjut Dodi, jika hal tersebut terjadi dan tidak bisa dihindarkan, jajaran imigrasi akan melakukan tugas didasarkan kepada Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi Dari Luar Negeri yang di dalamnya mengatur tentang mekanisme koordinasi antara instansi terkait di daerah seperti Badan SAR, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan lain-lain.



    (RRN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id