Pemekaran DOB Papua Diminta Memperhatikan Masyarakat

    Roylinus Ratumakin - 21 November 2019 14:33 WIB
    Pemekaran DOB Papua Diminta Memperhatikan Masyarakat
    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPR Papua), John Gobai, di Jayapura, Kamis, 21 November 2019. Medcom.id Roylinus Ratumakin
    Jayapura: Wacana pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di Provinsi Papua dan Papua Barat menjadi tujuh provinsi sesuai dengan tujuh wilayah adat di dua provinsi tersebut mendapat tanggapan dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPR Papua), John Gobai.

    Gobai mengatakan pemenuhan hak-hak masyarakat adat misalnya, pemilik tambang di wilayah pertambangan PT Freeport harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum dilakukan pemekaran DOB.

    "Kita harus bicara soal hak masyarakat di sekitar wilayah tambang dulu. Itu kalau pertanyaan ditujukan kepada saya soal rencana pemekaran DOB," kata Gobai di Jayapura, Kamis, 21 November 2019.

    Gobai menjelaskan pembicaraan masalah pemenuhan hak masyarakat di sekitar wilayah tambang memang sederhana, namun ini demi masa depan masyarakat adat Suku Amungme, Kamoro, dan masyarakat adat lain di Papua.

    "(Masa) pemerintahan itu ada batasnya, (masa izin) Freeport ini ada batas. Setelah Freeport pergi, bagaimana (nasib) masyarakat adat? Tanah dan lingkungan itu kehidupan dan surganya (masyarakat adat). Untuk itu, saya mau semua harus duduk berunding. Pemerintah, Freeport dan masyarakat adat harus berunding," jelas Gobai.

    Kata Gobai perundingan itu hendaknya bukan hanya membahas pemenuhan hak masyarakat adat atas hasil perundingan divestasi 51 persen saham PTFI, namun juga memperjelas kedudukan 10 persen saham Pemerintah Provinsi Papua.

    "Saya lihat semua itu tidak jelas, jadi perlu kejelasan," pungkas Gobai.




    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id