Kesultanan Selacau di Tasikmalaya Diklaim Eksis Sejak 1527

    Kristiadi - 18 Januari 2020 15:59 WIB
    Kesultanan Selacau di Tasikmalaya Diklaim Eksis Sejak 1527
    Pintu masuk istana Kesultanan Selacau Tunggul Rahayu di Tasikmalaya, Jawa Barat. (Foto: MI/Kristiadi)
    Tasikmalaya: Kesultanan Selacau Tunggul Rahayu di Tasikmalaya, Jawa Barat, diklaim telah eksis sejak 1527. Bahkan istana kesultanan berdiri megah di Kampung Nagaratengah, Desa Cibungur, Kecamatan Parung Ponteng, Tasikmalaya, sejak 2004.

    Kesultanan Selacau didirikan oleh Rohidin, 40, sebagai keturunan kesembilan dari Raja Padjadjaran Surawisesa dengan gelar Sultan Patra Kusumah VIII. Ia mengeklaim Kesultanan Selacau telah mendapat legalisasi fakta sejarah dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2018, sebagai warisan budaya peninggalan Kerajaan Padjajaran masa kepemimpinan Raja Surawisesa.

    "Fakta sejarah dikeluarkan oleh lembaga PBB, pertama nomor warisan dan izin pemerintahan kultur. Kedua izin referensi tentang keprajuritan, lisensinya seni dan budaya," kata Rohidin, Sabtu, 18 Januari 2020.

    Kesultanan Selacau, kata Rohidin, memiliki bangunan istana lengkap. Gerbang masuk selamat datang khas keraton dengan dominasi warna hijau dan ornamen emas akan menyambut masyarakat yang berkunjung.

    Di bagian utama istana tampak menjulang menara dan bangunan berlantai dua. Sedangkan di bagian belakang terdapat lapangan untuk upacara atau acara kesultanan lengkap dengan umbul-umbul.

    Tepat di belakang semua bangunan kompleks istana, terlihat jalan beraspal dengan gapura dilengkapi dua patung harimau menuju pegunungan sedikit menanjak. Di lokasi itu diyakini terdapat prasasti kesultanan juga makam para leluhur. 

    Selain itu terpampang pula foto para leluhur hingga mahkota sultan berwarna emas, tongkat, hingga pernak-pernik peninggalan kerajaan berjajar rapi di dalam sebuah lemari kaca.

    Rohidin mengungkapkan Kesultanan Selacau berdiri sebagai wujud nyata pelestarian warisan leluhur era kepemimpinan Surawisesa. Selama ini, kesultanan yang dipimpinnya berbentuk yayasan dan memiliki kabinet laiknya kerajaan. Kesultanan Selacau juga memiliki batas terirorial dan telah berdiri dari wilayah Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Pangandaran bagian Selatan.
     
    "Kami mengakui NKRI harga mati dan kami warga negara Indonesia. Kesultanan hanya upaya melestarikan kebudayaan, karena selama ini (bergerak) sebagai penggiat budaya," jelasnya.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id