Penjual Jengkol Perakit Senjata Api Ditangkap

    Hendrik Simorangkir - 24 Desember 2019 17:26 WIB
    Penjual Jengkol Perakit Senjata Api Ditangkap
    Dua perakit dan penjual senjata api ilegal di Perumahan Asri Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, ditangkap, Selasa, 24 Desember 2019. (Foto: Medcom.id/Hendrik)
    Tangerang: Satreskrim Polresta Tangerang, Banten, membekuk dua perakit dan penjual senjata api (senpi) ilegal di Perumahan Asri Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten. Kedua pelaku berinisial EC dan JEP menjual senjata rakitan melalui situs belanja daring. 

    "Pelaku juga menjual (senjata) beserta amunisinya dengan berbagai variasi harga," ujar Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam Indradi, Selasa, 24 Desember 2019. 

    Ade menjelaskan kedua pelaku ditangkap berdasarkan laporan masyarakat yang menyebut adanya transaksi jual beli senjata api di kawasan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. 

    "Tim langsung menyergap pelaku di rumahnya. Didapat barang bukti 11 pucuk senjata api yang sudah dirakit dari airsoft gun (senapan angin), lima pucuk airsoft gun yang belum di-upgrade dan 372 butir peluru kaliber 9, 38, 75 dan 22," katanya. 

    Ade mengatakan pelaku EC sehari-hari bekerja sebagai penjual jengkol di salah satu pasar di Kabupaten Tangerang. Ia bertugas membuat senjata api rakitan berbahan dasar senapan angin.

    "Sedangkan JEP berperan sebagai pembuat suku cadang untuk meng-upgrade airsoft gun menjadi senjata api. JEP bekerja sebagai operator mesin bubut di salah satu pabrik di Cikupa. Membuat silinder senjata api atas perintah EC," jelasnya.

    Menurut Ade, tidak hanya silinder yang dibuat JEP, beberapa suku cadang senjata api seperti magazin, laras, dan firing pin dibuatnya. Kedua pelaku menjual senjata rakitan mulai harga Rp11 juta hingga Rp13 juta per unit.

    "Mereka juga menerima pesanan meningkatkan fungsi airsoft gun ke senjata api dengan harga Rp2 juta sampai Rp3 juta dan mendapatkan bonus 25 butir amunisi," ungkapnya.

    Ia menambahkan kedua pelaku yang merupakan lulusan SMK itu setiap bulannya mampu menjual dua unit senjata. Operasional keduanya diketahui telah berlangsung selama satu tahun.

    "Keuntungannya masih dikembangkan petugas. Keduanya bisa merakit senjata api (belajar) melalui Youtube," katanya.

    Atas perbuatannya kedua pelaku dijerat pasal 1 ayat 1 UU Darurat tahun 1951 tentang kepemilikan senpi dan amunisi secara ilegal dengan hukuman maksimal kurungan seumur hidup.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id