11 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Kekeringan

    Hendrik Simorangkir - 25 Juli 2019 16:27 WIB
    11 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Kekeringan
    Ilustrasi, kekeringan di Sungai Cisadane, Tangerang, Banten, 25 Juni 2013. (MI/Angga Yuniar)
    Tangerang: Sebanyak 11 kecamatan di Kabupaten Tangerang mengalami kekeringan dan krisis air bersih pada musim kemarau tahun ini. Lokasi tersebar di bagian barat dan bagian utara Kabupaten Tangerang, Banten.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tangerang, Agus Suryana, mengatakan 11 kecamatan itu sudah meminta bantuan air bersih ke BPBD. Ia menambahkan delapan mobil tangki dan pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengantisipasi kekeringan.

    "Bahkan permintaan air bersih itu ada setiap hari, kemungkinan permintaan air itu akan terus berlanjut sampai puncak kemarau nanti di bulan Agustus berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Rata-rata permintaan air bersih itu dari masyarakat yang ketergantungan Sumber Daya Air (SDA) dari sungai atau kali," ujar Agus, Kamis, 25 Juli 2019.

    Agus menjelaskan, air bawah tanah di Kabupaten Tangerang masih ada dan tidak terlalu menyusut debit airnya. Namun masyarakat yang bergantung dari air sungai sudah meminta bantuan, karena air sungai mulai menyusut. 

    Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang, Kosrudin, mengatakan permintaan air bersih merata di setiap unit pemadam kebakaran wilayah. Sehingga BPBD tidak dapat memetakan wilayah-wilayah yang kekeringan.

    "Curug sudah jelas dan Legok sudah minta air bersih, tetapi biasanya daerah Sepatan, Pakuhaji dan Kronjo, Cikupa dan Pasar Kemis bisa dibilang itu daerah yang berlangganan minta air," ujar Kosrudin.

    Kosrudin memastikan pasokan air untuk masyarakan tercukupi. Menurutnya, saat ini masyarakat telah memahami stakeholder di Pemkab Tangerang dapat dimintai bantuan air bersih.

    "Permintaan air itu tidak harus di BPBD saja, bisa ke PDAM dan bisa ke dinas pertamanan. Kami sudah siap untuk kewalahan menghadapi permintaan air di puncak musim kemarau di Agustus nanti," katanya.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id