Bentrok Hari Raya Galungan, KPUD Bali Usul Ubah Hari Pencoblosan Pemilu 2024

    Antara - 08 Juni 2021 11:14 WIB
    Bentrok Hari Raya Galungan, KPUD Bali Usul Ubah Hari Pencoblosan Pemilu 2024
    ilustrasi Medcom.id



    Denpasar: KPUD Provinsi Bali mengusulkan kepada KPU untuk mengubah jadwal pencoblosan Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif 2024 yang direncanakan jatuh pada 28 Februari 2024. Karena bertepatan dengan Hari Suci Galungan.

    "Kami usulkan jangan 28 Februari 2024. Kalau pencoblosan pada Galungan, di Bali tidak akan ada yang mau menjadi penyelenggara dan akan banyak yang tidak hadir," kata Ketua KPUD Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, di Denpasar, Senin, 7 Juni 2021.

     



    Mereka mengusulkan agar Pilpres dan Pileg 2024 dapat dimajukan sepekan atau dua pekan sebelum 28 Februari 2024. Bahkan dia berpendapat jika dimungkinkan pada 14 Februari 2024.

    "Kalau saya sih bagusnya di 14 Februari, gampang kita sosialisasinya. Sekarang ini Hari Kasih Sayang, mari kita menyayangi dengan datang ke TPS untuk memilih calon wakil rakyat kita, calon presiden kita," ujarnya.

    Baca: UU Pemilu: Jadwal Pemungutan Suara Ditetapkan Keputusan KPU

    Menurut Lidartawan, masih dimungkinkan untuk perubahan tanggal pelaksanaan Pilpres 2024 karena konsep tanggal pencoblosan baru sebatas kesepakatan berdasarkan hasil konsinyering Komisi II DPR, pemerintah, KPU, Bawaslu, serta DKPP dan belum merupakan keputusan.

    "Saya yakin teman-teman di Jakarta akan mempertimbangkan dan saya tadi sudah berkomunikasi dengan ketua KPU dan mengatakan akan membahasnya. Tentu saya akan perjuangkan agar tidak di tanggal 28 Februari itu," ujarnya.

    Pada prinsipnya, kata Lidartawan, jangan hari keagamaan dijadikan hari pencoblosan agar tidak menyebabkan banyak yang berhalangan hadir ke TPS. Terlebih, kata dia, bakal berpengaruh terhadap rendahnya partisipasi pemilih.

    Baca: Gerindra Bicara Peluang Koalisi dengan PDIP di Pemilu 2024

    Selain itu, karena bertepatan dengan Hari Suci Galungan dan umat Hindu di Bali biasanya akan melaksanakan persembahyangan sejak pagi hingga sore, tentu sangat sulit mencari penyelenggara pemilu.

    "Pada saat rapat konsinyering, itu muncul tanggal 28 Februari 2024. Proses detailnya saya tidak tahu persis dan bisa ditanyakan ke pusat. Yang jelas, saat rapat kebetulan Pak Dewa Raka Sandi (anggota KPU dari Bali) tidak ada di situ, mungkin tidak ada yang ngeh kalau pas Galungan," ucapnya.

    Mereka berharap dalam pleno KPU agar tidak menetapkan pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2024 pada 28 Februari. Karena secara teknis di Bali tidak akan bisa menyelenggarakan proses pemilihan.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id