Sejumlah Pelajar SPI Batu Diduga Jadi Karyawan Hotel

    Daviq Umar Al Faruq - 03 Juni 2021 10:39 WIB
    Sejumlah Pelajar SPI Batu Diduga Jadi Karyawan Hotel
    Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih, saat berkunjung ke sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu, Jawa Timur, Rabu 2 Juni 2021. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq



    Batu: DPRD Jawa Timur (Jatim) menelusuri dugaan eksploitasi siswa yang terjadi di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu, Jawa Timur. Sebab, sejumlah siswa diduga menjadi karyawan hotel yang berada di lingkungan sekolah tersebut.

    Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih, mengaku telah meminta konfirmasi kepada pihak sekolah SPI terkait dugaan tersebut. Berdasarkan pengakuan sekolah, karyawan hotel tersebut bukan siswa, melainkan alumni. Para alumni tersebut tinggal di asrama SPI.

     



    "Kalau pengakuan mereka, alumni. Jadi yang sekolah cuma 80 orang. Sisanya 100 orang sekian adalah alumni yang dengan sukarela, menurut mereka, tinggal di sini untuk melanjutkan berbisnis bersama dengan PT yang katanya didirikan oleh para alumni, ini yang harus kita konfirmasi ulang," kata Hikmah saat berkunjung ke Sekolah SPI di Kota Batu, Jawa Timur, Rabu, 2 Juni 2021.

    DPRD Jatim pun meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana untuk menelusuri lebih jauh dugaan tersebut. Di sisi lain, pihak sekolah diminta untuk terbuka untuk dilakukan evaluasi.

    Hikmah  mengungkapkan bahwa model sekolah penggerak seperti SPI tergolong baru. Karena itu, perlu dilakukan telaah terkait standar pemberian kerja. 

    "Agar tidak masuk ke ranah, bentuk-bentuk pekerjaan terburuk bagi anak, karena itu dilarang oleh konvensi hak anak," tambah dia. 

    Baca: Pemilik Sekolah Selamat Pagi Indonesia Akan Ikuti Proses Hukum

    Hikmah menambahkan, jumlah siswa yang tinggal di asrama sekolah SPI berjumlah 80 orang. Sebagian besar siswa menjalani kegiatan belajar mengajar secara daring karena pandemi sehingga hanya sebagian kecil tinggal di asrama. Bila digabung dengan dengan jumlah alumni, maka keseluruhan yang tinggal di asrama sebanyak 241 orang. 

    "Karena alumni ini (bekerja di hotel), kalau dewasa nggak masalah ya, tapi kalau mereka pekerja formal ya harus dinilai sebagai pekerjaan formal. Itulah kenapa kita minta dinas ketenagakerjaan hadir juga," tutur Hikmah.

    DPRD Jatim juga meminta agar proses pengupahan, perlindungan serta jaminan lainnya dari para karyawan hotel di sekolah SPI ditelusuri. Sehingga, pihak sekolah dapat terlindungi dari tudingan tersebut.

    "Cuma kita mendukung agar sekolah ini juga terbuka melakukan perbaikan apabila ada kesalahan-kesalahan, dan mereka oke. Seandainya nanti dalam tahap evaluasi ternyata pola kerja dan bersekolah ini perlu dievaluasi ulang, jam kerjanya, aktivitasnya, mereka akan terbuka untuk melakukan perbaikan," papar Hikmah. 


    (SYN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id