Kecolongan Napi Kabur, Lapas Kerobokan Bali Berencana Tambah 142 Sipir

    Antara - 21 Oktober 2021 19:35 WIB
    Kecolongan Napi Kabur, Lapas Kerobokan Bali Berencana Tambah 142 Sipir
    Ilustrasi Medcom.id



    Denpasar: Kantor Wilayah Kemenkumham Bali berencana menambah 142 sipir dan juga sejumlah kamera pengawas (CCTV) di Lapas Kelas IIA Kerobokan. Ini dilakukan pascakaburnya seorang narapidana beberapa waktu lalu.
     
    "Perbandingan petugas yang jaga memang jauh sekali, WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) jumlahnya 1.000 lebih yang jaga cuma 13 orang. Ini kan tidak standar. Kalau dilihat dengan gangguan keamanan yang ada cukup memadai tapi enggak sesuai dengan standar. Harusnya 100 orang kalau satu regu jaga," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Suprapto saat ditemui di Kantor Wilayah Kemenkumham Bali, Kamis, 21 Oktober 2021.
     
    Ia mengatakan penambahan sipir ini akan segera terealisasikan bersamaan dengan CCTV yang akan ditambah untuk memperketat pengamanan dalam lapas. Sementara itu, terkait dengan kaburnya seorang narapidana kasus pencurian bernama I Gede Loka Wijaya pada Senin, 4 Oktober kemarin Suprapto mengatakan bahwa tersebut saat ini ditahan di Rutan Bangli.
     
    Relokasi narapidana berdasarkan faktor keamanan dan keselamatan. Sekaligus untuk mempertimbangkan hukuman yang dilayangkan terhadap napi kabur ini.

    Baca: Peredaran 31 Kg Ganja di Tangsel Digagalkan
     
    "Ini sementara dititip di Bangli karena menjaga jangan sampai ada kekerasan, biasanya pegawai dendam nanti kalau dikembalikan pasti enggak selamat. Biasa dianiaya dipukul untuk menjaga keselamatannya (Napi) sementara saya titip di Bangli tapi di sel khusus," jelasnya.
     
    Ia mengatakan napi tersebut merupakan seorang residivis yang sempat kabur sebanyak dua kali di rutan sebelumnya. Kata dia, napi ini sempat kabur dari Rutan Jembrana dan Rutan Tabanan.
     
    "Dia sudah tiga kali melarikan diri, kami punya data beberapa tahun lalu pernah lari di Rutan Jembrana, pernah lari di Tabanan. Jadi ini memang masuk kategori nakal. Tapi ini enggak terpantau di dalam kalau dia ini termasuk yg sering melarikan diri," ucap Suprapto.
     
    Sebelumnya, Kalapas Kerobokan Fikri Jaya Soebing menjelaskan pada Senin, 4 Oktober seorang narapidana kasus pencurian bernama I Gede Loka Wijaya dilaporkan kabur dari lapas.
     
    Napi yang kabur tersebut sedang menjalani vonis tiga tahun enam bulan atas perkara pencurian. Terhitung sisa masa pidana yang dijalani napi tersebut kurang lebih satu tahun 11 bulan.
    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id