Pelaku Usaha di Malioboro Terimbas Tempat Parkir Terbatas

    Ahmad Mustaqim - 05 November 2020 12:36 WIB
    Pelaku Usaha di Malioboro Terimbas Tempat Parkir Terbatas
    Salah satu titik parkir di Jalan Abu Bakar Ali Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
    Yogyakarta: Keterbatasan tempat parkir di kawasan wisata Malioboro membuat pelaku usaha terimbas. Pendapatan sejumlah pelaku usaha khususnya pedagang kaki lima (PKL) turun karena kunjungan konsumen merosot.

    Seorang pedagang kuliner di Jalan Perwakilan, salah satu jalan sirip di Malioboro, Rini, mengatakan pendapatan jauh menurun sebelum masa uji coba semi pedestrian. Dari sebelumnya bisa mendulang sekitar Rp1 juta sehari, kini jadi sekitar Rp100 ribu dalam sehari di masa Malioboro uji coba semi pedestrian ini.

    "Saya ada tiga karyawan, kalau pendapatan segitu, gimana nanti kalau dua pekan," kata Rini di lokasi, Kamis, 6 November 2020.

    Baca: Pasar Mebel di Pasuruan Terbakar

    Tak hanya Rini. Sejumlah pedagang makanan juga alami situasi serupa. Menurut Rini dampak uji coba Malioboro semi pedestrian disertai pengubahan sejumlah arus lalu lintas, membuat dampak penurunan pendapatan kian terasa. Padahal saat uji coba semi pedestrian tanpa rekayasa lalu lintas, pendapatannya tak turum signifikan.

    Ketua PKL Malioboro hingga Jalan Ahmad Yani, Slamet, mengatakan penurunan omzet pedagang saat ini mencapai sekitar 70 persen. Ia menilai banyak masyarakat masih kebingungan dengan pola pengaturan lalu lintas, dalam hal ini pengubahan jalan dari dua menjadi satu jalur.

    Situasi itu kemudian membuat warga kebingunan mencari tempat parkir. Semestinya, kata Slamet, keterjangkauan tempat parkir harus lebih dulu siap.

    "Pernah ada rencana itu (pembangunan sejumlah kantong parkir), tapi sampai sekarang belum jelas realisasinya," ungkap Slamet.

    Dalam catatannya ada sekitar 3.500 PKL di Malioboro. 450 PKL di antaranya anggota kelompoknya. Ia berharap pemerintah tak sekadar memutuskan kebijakan tanpa memikirkan dampak ke masyarakat.

    Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwomo X, mengaku kesulitan merealisasi pembangunan kantong parkir. Salah satunya keterbatasan lahan. "Jadi tidak mudah mencari ruang kosong itu (di sekitar Malioboro)," katanya.

    Pihaknya menyebut memenuhi fasilitas kebutuhan parkir sekitar 500 bus saat akhir pekan masih sulit. Ia menilai untuk sepeda motor dan mobil diperkirakan masih memiliki tempat.

    Ia lebih meminta masyarakat maupun wisatawan membiasakan berjalan kaki saat di destinasi wisata. Sri Sultan beranggapan, uji coba semi pedestrian di Malioboro juga untuk melihat kemampuan sejumlah titik parkir menampung berbagai kendaraan.

    "Maunya saya Malioboro dan lingkungannya ya jalan (untuk pejalan kaki). Karena selama ini pengantar wisatawan biasanya mengantar sampai ke pintu masuk (destinasi wisata)," ungkap Sri Sultan.

    Uji coba semi pedestrian Malioboro dimulai 3 hingga 15 November 2020. Sejumlah ruas jalan menjadi satu arah dan berlaku 24 jam. Pola rekayasa lalu lintas disebut giratori atau berlawanan arah jarum jam.


     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id