Wilayah Selatan Cianjur Kembali Diterjang Bencana Hidrometeorologi

    Media Indonesia.com - 26 Oktober 2020 13:31 WIB
    Wilayah Selatan Cianjur Kembali Diterjang Bencana Hidrometeorologi
    Warga melintas di ruas jalan tertutup material tanah longsor di Desa Sukamulya, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, (Foto: Istimewa)
    Cianjur: Wilayah selatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali diterjang bencana hidrometeorologi bersamaan tingginya curah hujan pada Minggu malam hingga Senin pagi, 25-26 Oktober 2020. Sedikitnya terdapat tiga kecamatan yang diterjang banjir luapan air sungai, abrasi, serta tanah longsor.

    Berdasarkan informasi, bencana terjadi di Kecamatan Sindangbarang, Agrabinta, dan Kecamatan Leles. Di Kecamatan Sindangbarang, banjir luapan aliran Sungai Ciwaduk atau Cimahi Garogol merendam sekitar 400 rumah warga di Kampung Cimahi, Kampung Garogol, dan Kampung Nyalindung di Desa Jayagiri.

    "Saat kejadian, ketinggian air sekitar 75 sentimeter," kata Kepala Desa Jayagiri, Endang Solehuddin, Senin, 26 Oktober 2020.

    Baca juga: Foto Komodo Adang Truk Viral, Pulau Rinca Akhirnya Ditutup

    Selain merendam rumah, kata Endang, banjir luapan sungai juga menggenangi ruas jalan utama di Cianjur selatan. Panjangnya sekitar 500 meter.

    "Warga yang rumahnya terendam sempat diungsikan ke aula desa," tuturnya.

    Endang menuturkan selain karena tingginya intensitas curah hujan, meluapnya air Sungai Ciwaduk juga akibat penyempitan dan sedimentasi. Sebab, di lokasi dilakukan peninggian ruas jalan nasional.

    "Lebar sungai kini hanya tinggal 10 meter dan kedalamannya tiga meter. Di sekitar lokasi yang terendam banjir juga tidak ada gorong-gorong," ungkap dia.
     
     

    Sementara di Kecamatan Leles terjadi tanah longsor di Desa Sukamulya. Material tanah longsor menutup ruas jalan utama ke Kecamatan Leles.

    "Material tanah longsor membuat jalan tidak bisa dilalui sepeda motor dan mobil," kata Camat Leles, Acep Junadi.

    Acep menyebut pembersihan material tanah longsor membutuhkan alat berat. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur untuk meminta bantuan alat berat.

    "Ini untuk memulihkan kembali jalur transportasi Leles-Cianjur," jelasnya.

    Bencana juga terjadi di Kampung/Desa Bojongkaso, Kecamatan Agrabinta. Terjadi abrasi di bantaran Sungai Cibuni hingga mengancam sejumlah rumah warga di sepanjang aliran sungai tersebut. (Benny Bastiandi)

    (MEL)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id