Harga Garam di Jatim Menyentuh Rp400 Per Kg

    Amaluddin - 16 Juli 2019 17:36 WIB
    Harga Garam di Jatim Menyentuh Rp400 Per Kg
    Seorang petani garam memanen garam di Desa Bulak Baru Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis, 11 Juli 2019. Medcom.id/ Rhobi Shani.
    Surabaya: Anjloknya harga garam membawa dampak buruk bagi petani garam di Jawa Timur. Pada musim panen garam kali ini, harga garam di Jatim menyentuh Rp400 hingga Rp500 per kilogram.

    "Para petani garam di jatim merugi, akibat harga garam turun drastis pada kisaran Rp400 hingga Rp500 per kg," kata Ketua Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) Jatim, Mohammad Hasan saat dikonfirmasi, Selasa, 16 Juli 2019.

    Hasan menjelaskan harga eceran tertinggi (HET) garam sebelumnya di kisaran Rp1.500 hingga Rp2.000 per kg. Itu sesuai dengan perhitungan petani garam yang sudah disodorkan ke pemerintah beberapa tahun lalu.

    Namun harga garam saat ini turun drastis. Hasan menduga anjloknya harga garam disebabkan karena kelebihan stok di pasar dan adanya garam impor, sehingga garam petani lokal tidak terserap.

    "Selain adanya kelebihan hasil dari garam rakyat, karena ada garam impor. Kami harap pemerintaj mampu mencari jalan tengah, solusi dan komitmen agar ada harga garam yang layak," jelas Hasan.

    Hasan juga mendesak pemerintah untuk menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) garam untuk melindungi petani garam di Jatim. Jika tidak, maka garam dari rakyat bisa tidak terserap.

    "Luas garam di Jatim kira-kira ada 11 ribu hektar, dan sekarang harga garam terjun bebas. Untuk menjamin kepastian usaha bagi petambak garam, maka pemerintah harus turun tangan dan menentukan HPP," beber Hasan.

    Selain itu, Hasan juga meminta agar pemerintah pusat memasukkan garam sebagai bahan pokok sesuai dengan Perpres 71 tahun 2015. Dengan dimasukkannya garam dalam bahan pokok itu, maka akan ada perlindungan harga garam dan tidak diserahkan ke pasar. 

    "Agar garam rakyat ada daya saing maka pemerintah juga harus ada upaya pembinaan. Salah satunya adalah pembinaan teknologi. Sudah ada teknologi terbaru agar peningkatan kualitas garam bisa tercapai," pungkas Hasan.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id