Tanggul dan Bendungan Rusak Akibat Tambang Galian Ilegal

    Rhobi Shani - 20 Januari 2020 15:07 WIB
    Tanggul dan Bendungan Rusak Akibat Tambang Galian Ilegal
    Sejumlah orang terlihat melakukan aktivitas tambang di tambang galian C di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Senin, 20 Januari 2020.
    Jepara: Aktivitas tambang galian C di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengakibatkan tanggul sungai dan aliran irigasi di sejumlah desa rusak. Dampaknya pengairan ratusan hektare sawah terganggu.

    Petani di Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Rukan, mengatakan saat turun hujan lebat pekan kemarin tanggul saluran irigasi jebol. Akibatnya ratusan hektare area persawahan terendam banjir. Akibat tanggul jebol, ratusan rektar sawah yang berada di daerah bawah penambangan tidak mendapat aliran air.

    "Permintaan kami para petani aktivitas tambang ini dihentikan," kata Rukan di Jepara, Senin, 20 Januari 2020.

    Aktivitas tambang galian C di Desa Tulakan sudah berlangsung lama. Mediasi warga bersama perwakilan penambang sudah pernah dilakukan. Namun kesepakatan menghentikan aktivitas tambang tidak membuahkan kesepakatan.

    "Dulu sudah pernah, katanya mau ditutup. Setelah (mediasi) memang tidak ada aktivitas penambangan selama dua hari, tapi setelah itu ya beroperasi lagi," jelas Rukan.

    Aktivitas tambang galian C illegal juga membuat bendungan jebol di Desa Klepu Kecamatan Keling. Dampaknya puluhan hektare area persawahan terdampak. Petani kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah.

    Kepala Desa Klepau, Sutoyo, mengungkapkan aktivitas tambang galian C di wilayahnya sudah berlangsung lama. Petani dan sebagaian besar warga menghendaki aktivitas penambangan dihentikan.

    "Malah sudah ada sawah yang sekarang ditanami pohon sengon karena tidak mendapat air. Bendungannya jebol," kata Sutoyo.

    Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Imam Zusdi Ghazali, saat meninjau tambang galian C di Desa Tulakan dan Desa Klepu meminta pemerintah desa segera membaut laporan tertulis atas aktivitas penambangan galian C illegal tersebut. Imam juga meminta warga untuk menahan diri agar tidak terjadi gesekan antara warga dengan penambang.

    "Dalam waktu dua minggu ini saya minta petinggi (kepala desa) untuk segera membuat pertemuan antara warga dengan penambang. Kemudian, tanggul dan bendungan yang rusak akan saya minta kepada penambang untuk diperbaiki seperti semu, kalua tidak ya proses hukum," kata Imam.

    (DEN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id