Motif Berdirinya Sunda Empire Masih Kelabu

    P Aditya Prakasa - 28 Januari 2020 20:59 WIB
    Motif Berdirinya Sunda Empire Masih Kelabu
    Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
    Bandung: Penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Barat masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap tiga petinggi Sunda Empire yang kini menjadi tersangka. Motif didirikannya kelompok tersebut juga masih didalami penyidik.

    Dirreskrimum Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Suhartiyono, mengatakan petinggi Sunda Empire mengklaim bahwa Nato, PBB, dan Bank Dunia dibentuk di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Selain itu mereka menyatakan memiliki dana 500 miliar USD

    "Ini sudah disangkal semua dan itu tidak benar, hari ini adalah kita tetapkan tiga tersangka dulu. Nasri Banks dan Raden Ratna Ningrum adalah pasangan suami istri," kata Hendra di Markas Polda Jawa Barat, Selasa, 28 Januari 2020.

    Hendra menjelaskan jika pihaknya juga masih menyelidiki motif didirikannya Sunda Empire oleh Nasri Banks, Raden Ratna Ningrum, dan Ki Agung Raden Rangga Sasana tersebut. Mereka juga menyebut telah memiliki anggota sebanyak sekitar 1.000 orang.

    "Motifnya masih kita dalami. Sementara dari keterangan mereka untuk mensejahterakan rakyat se-dunia yang mereka (Sunda Empire) bagi menjadi enam bagian," jelas Hendra.

    Hendra kembali mengatakan tidak ada literatur yang menyebutkan keabsahan kelompok Sunda Empire. Hal itu diungkapkan saksi ahli sejarah dan budaya saat dimintai keterangan oleh penyidik.

    "Keterangan (tersangka) tidak ada dasar dan fakta otentik, di beberapa literatur tidak ada keterangan satupun bahwa dulu ada ke kaisaran Sunda di Jawa Barat berkaitan dengan Alexander The Great," ungkap Hendra.

    Sebelumnya diberitakan tiga orang petinggi Sunda Empire telah ditetapkan tersangka oleh polisi. Ketiga orang tersebut yaitu Nasri Bank sebagai Perdana Menteri, Raden Ratna Ningrum sebagai Kaisar, dan Ki Agung Raden Rangga Sasana sebagai Sekretaris Jenderal Sunda Empire.

    Ketiganya diduga melakukan penyebaran informasi bohong kepada masyarakat dan mereka terancam hukuman penjara selama 10 tahun.

    (DEN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id