Kontraktor Rumah Deret Tamansari Disebut Bermasalah

    Roni Kurniawan - 15 Desember 2019 03:51 WIB
    Kontraktor Rumah Deret Tamansari Disebut Bermasalah
    Suasana kawasan RW 11 Kelurahan Tamansari, Kota Bandung setelah ditertibkan oleh Pemkot Bandung. Foto: Medcom.id/Roni K
    Bandung: Pemerintah Kota Bandung memilih PT Sartonia Agung untuk mengerjakan proyek pembangunan rumah deret di kawasan RW 11, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung. Namun, perusahaan pemenang tender itu disebut masuk daftar hitam Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

    Anggota DPRD Kota Bandung Aan Andi Purnanama mengatakan PT Sartonia Agung masuk daftar hitam LKPP sejak 31 Juli 2018 karena gagal menyelesaikan pembangunan di Bali. Perusahaan itu, kata Aan, masih kena sanksi hingga 31 Juli 2020.

    "PT Sartonia Agung, pemenang tender proyek rumah deret Tamansari Kota Bandung ternyata masuk dalam daftar hitam aktif yang dikeluarkan oleh LKPP," ujar Aan kepada wartawan, Sabtu, 14 Desember 2019.

    Berdasarkan aturan, kata Aan, perusahaan tersebut memang masih bisa melakukan pekerjaan rumah deret. Sebab, Pemkot Bandung mencapai kesepakatan kontrak pada 2017, sebelum perusahana itu mendapatkan sanksi dari LKPP.

    "Memang aturan tidak menyebutkan daftar hitam setelah kontrak dilakukan terus masuk daftar hitam. Bisa selesai tidak masalah. Tapi ini awal pembangunan. Artinya ini harus jdi catatan," ungkap Aan.

    Aan menyarankan Pemkot Bandung memiliki catatan khusus, serta lebih teliti dalam pengawasan pembangunan rumah deret. Kasus tersebut, lanjut Aan, harus menjadi evaluasi.

    "Bisa saja di evaluasi, karena dari catatan nanti berdampak. Evaluasi dulu yang menyebabkan catatan hitam itu kan fatal. Kalau di LKPP menyalahi kontrak tidak menyelesaikan," beber Aan.

    Pemkot Bandung mengucurkan anggaran sebesar Rp66 miliar untuk pembangunam rumah deret tahap pertama. Anggaran tersebut dinilai Aan sangat besar. Pemkot Bandung juga diminta waspada.

    "Artinya tidak profesional. Kemudian jalin kerjasama harusnya diveluasi lagi. Kita belum tahu kontrak kedua belah pihak bisa dilakukan evaluasi. Meniding terlambat dari pada menjadi tidak," pungkasnya.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id