Positif Covid-19 di Papua Bertambah 74 Kasus Dalam Sehari

    Roylinus Ratumakin - 18 Mei 2020 10:13 WIB
    Positif Covid-19 di Papua Bertambah 74 Kasus Dalam Sehari
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jayapura: Jumlah angka kumulatif kasus covid-19 di Provinsi Papua terjadi pada Minggu, 17 Mei 2020 meningkat drastis. Berdasarkan hasil pemeriksaan hingga Pukul 18.00 WIT, terdapat ada 74 pasien baru di Bumi Cenderawasih.

    Dengan demikian, total warga di Papua yang positif terinfeksi Covid-19 adalah sebanyak 436 orang. Sebanyak 323 pasien sedang dalam perawatan, 106 dinyatakan sembuh dan tujuh orang meninggal dunia.

    “Tambahan 74 kasus baru itu terjadi di Kota Jayapura sebanyak 36 kasus, Mimika sebanyak 32 kasus, Boven Digoel sebanyak lima kasus, dan Merauke sebanyak satu kasus. Sementara ODP sebanyak 2.886 dan PDP sebanyak 486. Hingga hari ini, kita sudah periksa 2.959 sampel,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, Silwanus Sumule, Senin, 18 Mei 2020.

    Menurut Silwanus, meningkatnya jumlah pasien covid-19, masyarakat diminta mematuhi imbauan pemerintah dan protokol kesehatan pencegahan covid-19. Peningkatan ini juga mengindikasikan masih lemahnya kesadaran warga atas himbauan pemerintah.

    “Kebijakan Kota Jayapura dengan pembatasan aktivitas hingga jam dua siang mulai esok hari itu bagus. Prinsip dasarnya ialah virus tidak bergerak, yang bergerak adalah orangnya. Maka ketika orang tidak bergerak, virus tidak berpindah,” ujarnya. 

    Ia mengatakan, untuk penanganan pasien covid di wilayah Kota Jayapura dan sekitarnya, Satgas Covid-19 Papua menjadikan RS Jiwa Abepura sebagai fasilitas kesehatan yang ikut melayani pasien covid. Meskipun sejauh ini belum ada pasienRS jiwa yang terindikasi positif covid-19.  Sementara untuk para warga yang hasil rapid test reaktif akan dikarantina di Gedung Diklat Provinsi Papua di Kotaraja Dalam dan Balai Latihan Kesehatan (Balatkes) Papua di Padang Bulan. 

    “Kemudian kita juga punya dokter bergerak dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain seperti dokter spesialis paru, anastese, penyakit dalam dan kandungan. Yang dokter paru sudah bergerak, yang lain kami akan koordinasi dengan IDI dulu," jelasnya.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id