Hebat! Pria di Berau Sulap Kaleng Jadi Penyelamat Lingkungan

    MetroTV - 08 Oktober 2021 14:35 WIB
    Hebat! Pria di Berau Sulap Kaleng Jadi Penyelamat Lingkungan
    Daur ulang kaleng. Foto: Tangkapan layar Metro TV



    Berau: Musliadi, seorang pria di Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) membangun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan mendaur ulang kaleng bekas jadi kerajinan. Selain mendapat keuntungan bisnis, kerajinan dari kaleng ini juga dapat menyelamatkan lingkungan.

    Pemuda berusia 31 tahun ini berhasil menyulap kaleng bekas soft drink ataupun susu menjadi miniatur vespa, becak, mobil, hingga kapal pinisi. Musliadi sudah menekuni bisnisnya sejak 2015. Ia terinspirasi dari tayangan di televisi terkait cara daur ulang kaleng.

     



    “Tahun 2015 melihat tayangan di televisi tentang daur ulang kaleng membuat miniatur. Saya terinspirasi dan mencoba membuat, iseng posting di Facebook dan ada teman yang tertarik," jelas Musliadi dalam tayangan Newsline di Metro TV, Kamis, 7 Oktober 2021.

    Musliadi menjual karyanya secara online melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram. Untuk penjualan secara offline, biasanya melalui bazar ataupun expo. Selain menghadirkan keuntungan, kerajinan kaleng ini juga dikatakan dapat menyelamatkan lingkungan.

    Musliadi mengakui sempat mengalami kendala dalam penjualan selama pandemi covid-19. Tidak ada satu pun miniatur yang terjual. Namun, Musliadi kemudian melakukan inovasi agar bisa tetap bertahan selama pandemi.

    "Harus terus berinovasi agar bisa tetap bertahan. Jadi, saya membuat celengan lukis kemudian celengan target. Nah, dari situlah kita bisa bertahan hingga sekarang,” katanya.

    Baca: Bisa Raup Rp200 Triliun dari Ponsel Usang, Itulah Indonesia!

    Selain berinovasi, Musliadi juga mendapatkan bantuan dari Dinas Koperasi dan Perindustrian, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan bantuan dana hibah dari Kementerian Koperasi dan UMKM. Kerajinan kaleng ini telah dipasarkan ke berbagai daerah seperti Tangerang, Medan, Aceh, Balikpapan, dan Singkawang.

    Omzet yang diraup Musliadi dalam sebulan berkisar Rp5 juta hingga Rp6 juta. Satu buah karyanya dihargai Rp225 ribu hingga Rp500 ribu. Proses pembuatan karya dapat memakan waktu sekitar satu hingga empat hari bergantung tingkat kerumitan. (Widya Finola Ifani Putri)

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id