comscore

Polda DIY Cekal WNA Asal Nigeria Pelaku Sindikat Kejahatan Siber

Ahmad Mustaqim - 04 September 2021 13:50 WIB
Polda DIY Cekal WNA Asal Nigeria Pelaku Sindikat Kejahatan Siber
Jajaran Polda DIY menunjukkan barang bukti, termasuk mobil, hasil kejahatan jaringan internasional. Medcom.id/ahmad mustaqim
Yogyakarta: Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencekal terduga warga negara asing (WNA) asal Nigeria pelaku kejahatan siber berinisial IG. Pelaku diduga masih berada di Indonesia.

"IG sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan melakukan pencekalan. Ia kami duga masih di indonesia. Kami berkoordinasi dengan Direktorat Imigrasi dalam kasus ini," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda DIY, AKBP Roberto Gomgom Manorang Pasaribu ditemui di Mapolda DIY, Sabtu, 4 September 2021.
IG diduga menjadi otak kejahatan Business Email Compromise (BEC) atau kejahatan dengan sasaran bagian keuangan perusahaan. IG bekerja sama dengan MT yang kini telah ditahan di Mapolda DIY.

Roberto mengatakan, Polda DIY telah mengirimkan surat pemberitahuan ke Interpol Mabes Polri. Ia menyebut Polda DIY juga meminta bantuan Bareskrim Mabes Polri.

"Ini adalah peringatan dan pemberitahuan kepada masyarakat. Kejahatan ini bisa terjadi ke siapa saja karena nilai yang tinggi. Masalah ini jadi pembahasan internasional. Indonesia menjadi korban tertinggi. Karena pandemi interaksi rata-rata tidak secara offline, tapi online," ujarnya.

Baca: Polda DIY Ungkap Sindikat Kejahatan Siber Jaringan Afrika

Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menangkap MT, wanita asal Jakarta tersanga jaringan kejahatan digital atau siber. Perempuan 46 tahun tersebut diduga berjejaring dengan sindikat kejahatan siber asal Afrika.
 
Kejahatan siber yang dilakukan berupa Business Email Compromise (BEC) atau kejahatan dengan sasaran bagian keuangan perusahaan. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda DIY, AKBP Roberto Gomgom Manorang Pasaribu, menjelaskan, MT melakukan kejahatan dengan membajak alamat email atau surat elektronik (surel) yang digunakan perusahaan untuk bertransaksi.
 
MT membajak sebuah perusahaan di bidang ekspor-impor makanan, yakni PT Pagilaran yang beralamat di Yogyakarta. "Transaksi dilakukan 2020 dengan sebuah perusahaan di Kenya, Afrika," kata Roberto di Mapolda DIY, Sabtu, 4 September 2021.

MT membajak email perusahaan tersebut dan mengalihkan transfer uang perusahaan yang seharusnya ke rekening perusahaan yang dituju senilai Rp1,4 miliar lebih. Dari yang biasanya transaksi ke satu nomor rekening, diubah menjadi ke dua nomor rekening berbeda.

Transfer ke salah satu nomor rekening bank di New York, AS, ini sekitar Rp700 jutaan atau 48 ribu USD. Sementara, satu rekening lain memakai bank di Indonesia dengan nilai Rp600 jutaan.


*Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk  https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.




(WHS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id