Mendulang Sampah Plastik Menjadi Instalasi Museum yang Artistik

    Amaluddin - 12 Oktober 2021 16:26 WIB
    Mendulang Sampah Plastik Menjadi Instalasi Museum yang Artistik
    Instalasi Museum Sampah Plastik di Desa Kandangasin, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. (Medcom.id/Amal)



    Surabaya: Sebuah museum berbahan dasar sampah plastik didirkan Relawan Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) di Desa Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Museum berbahan material plastik bekas itu dibuat sejak dua bulan lalu atau sejak Agustus 2021.

    "Kami membuat museum plastik ini, berawal dari keperihatinan banyaknya sampah plastik, yang dibuang sembarangan di sungai oleh masyarakat. Sehingga mencemarkan lingkungan dan habitat yang ada," kata Pendiri Museum Plastik, Prigi Arisandi, ditemui Medcom.id, Selasa, 12 Oktober 2021.

    Prigi mengatakan, sampah botol plastik dikumpulkan dari tempat pembuangan sampah, serta sungai yang tersebar di beberapa daerah di Jatim. Misalnya Sungai Brantas sepanjang bantaran wilayah Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, lalu Mangroove Wonerejo, dan Sungai Surabaya. 

    Sampah-sampah plastik itu terdiri dari botol, tas, hingga kemasan dan sedotan, dikumpulkan para relawan Ecoton. Hasilnya didapat lebih dari 10.000 sampah plastik. Kemudian sampah itu dimanfaatkan untuk dijadikan instalasi museum sampah plastik.

    Baca: Anggaran Baju Dinas Pemkab Situbondo Menuai Polemik

    "Jadi, sampah plastik itu dikumpulkan oleh anggota Ecoton yang berjumlah sekitar 50 orang lebih. Mereka terdiri dari mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat," katanya. 

    Prigi mengatakan museum itu dibuat untuk mengingatkan kepada masyrakat, tentang bahaya sampah plastik pada lingkungan dan habitat mahluk hidup. Serta untuk mengkampanyekan bahaya penggunaan plastik sekali pakai, yang saat ini banyak mengotori sungai-sungai Indonesia termasuk di Jatim. 

    "Apalagi plastik ini sangat sulit didaur ulang. Makanya kami mengajak masyarakat agar berhenti mengonsumsi plastik sekali pakai, karena akan mencemari lingkungan seperti sungai, laut yang merupakan sumber makanan kita," ujarnya. 

    Menurut Prigi, pencemaran plastik telah menjadi permasalahan yang sangat akut. Masalah sampah plastik menjadi penting di Indonesia, sebagai negara kepulauan yang menempati urutan kedua setelah Tiongkok dalam hal banyaknya volume plastik yang berakhir di lautan. 

    Data tersebut berdasarkan artikel yang berjudul ‘Plastic Waste Inputs From Land Into The Ocean’ yang ditulis oleh Jenna R Jambeck pada 2015. Disebutkan bahwa jumlah sampah plastik laut Indonesia mencapai 0.48–1.29 juta metrik ton per tahun.

    "Konsep yang diharapkan dari museum plastik ini sebagai pengingat untuk masyarakat, akan bahayanya pembuangan botol bekas yang dapat membuat pencermaran lingkungan serta habitatnya," ujarnya. (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id