comscore

Bobol ATM hingga Ratusan Juta, WN Ukraina Dibekuk

Antara - 09 Desember 2021 16:41 WIB
Bobol ATM hingga Ratusan Juta, WN Ukraina Dibekuk
Tersangka Baklanova Khrystyna yang ditangkap karena melakukan pembobolan ATM di wilayah Badung, Bali dalam konferensi pers di Polda Bali, Kamis (9/12/2021). ANTARA/Ayu Khania Pranisitha
Denpasar: Wanita asal Ukraina bernama Baklanova Khrystyna, 33, ditahan Polda Bali usai melakukan pembobolan ATM senilai Rp325,6 juta secara ilegal.
 
"Tersangka merupakan warga negara Ukraina, mirip sebetulnya dengan skimming, tapi dia hanya sebagai pelaku yang mengambil uangnya. Kami masih coba mengembangkan untuk pelaku skimmernya," kata Dirreskrimum Polda Bali Kombes Ary Satriyan, Kamis, 9 Desember 2021.
 
Ia mengatakan secara ilegal tersangka melakukan penarikan uang dengan cara transfer dan pembayaran uang milik para nasabah bank ke virtual account yaitu aplikasi layanan yang memfasilitasi transaksi transfer antarbank tanpa biaya administrasi.
 
Transaksi itu dilakukan dengan menggunakan kartu magnetik yang diperoleh dari seseorang bernama Mister.
 
Dia menyatakan, ada dua orang asal Bau Bau, Sulawesi Selatan, yang menjadi korban dari peristiwa ini bernama Nur Hayati dan Marda. Namun, proses penarikan uang kedua korban oleh tersangka dilakukan di Bali.

Baca juga: Polda Jabar Akui Tak Ekspos Kasus Ustaz Perkosa Belasan Santriwati
Sebelumnya, pada Rabu, 1 Desember 2021, dua nasabah bank yang berada di Bau Bau, Sulawesi Selatan, bernama Nur Hayati dan Marda melaporkan kepada pihak bank tidak melakukan transaksi, namun jumlah uang dalam rekeningnya berkurang.
 
Dari laporan tersebut, pihak bank melakukan pengecekan, dan melakukan analisis data terkait transaksi-transaksi yang dilakukan oleh para nasabah.
 
"Dari situ ada kejanggalan transaksi yang berada di Bali. Jadi nasabahnya di Sulawesi Tenggara, tersangka ambilnya di Bali. Tersangka tidak mengambil secara tunai dan dia mengambil selalu berganti-ganti pakaian juga. Setiap ATM dia berganti helm, berganti baju untuk mengelabui supaya tidak ketahuan," ujarnya.
 
Ary menjelaskan tersangka tugasnya mengambil uang, tapi bukan secara tunai, melainkan melalui proses transfer di ATM. Selain itu, tersangka juga sudah mengantongi nomor PIN yang dituju.
 
"Ketika ditanya kenapa kok tidak ditarik langsung, karena kalau ditarik langsung, di ATM itu kan maksimal Rp10 juta. Tapi kalau di virtual account bisa lebih. Makanya dari hasil pemeriksaan, jumlah kerugian dari nasabah di Sulawesi sebesar Rp325.600.000," jelasnya.
 
Atas perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 30 jo Pasal 46 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo Pasal 362 KUHP.

(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id