Wali Kota Bekasi Kirim Surat Tembusan ke Jokowi Soal Utang Kemenkes

    Antonio - 23 Juni 2021 11:24 WIB
    Wali Kota Bekasi Kirim Surat Tembusan ke Jokowi Soal Utang Kemenkes
    Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi



    Bekasi: Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengirimkan surat tembusan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait dengan piutang RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi.

    Rahmat menyatakan, pihaknya telah melakukan konsultasi dan menyerahkan dokumen yang berisikan permohonan pembayaran klaim pelayanan pasien terinfeksi covid-19 tahun 2020 dan 2021 ke Badan Pengawas Keuangan  dan Pembangunan (BPKP). Dia menjelaskan, pembayaran klaim tersebut menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan.

     



    "Sedangkan, pihak BPJS dalam penanganan covid-19 ini membantu Kementerian Kesehatan melakukan verifikasi atas tagihan pelayanan pasien covid-19 yang diajukan pihak rumah sakit," kata dia melalui keterangan tertulisnya, Rabu 23 Juni 2021.

    Rahmat menerangkan, anggaran tersebut diperlukan agar pelayanan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi bisa terus berlangsung. Karena, pelayanan rumah sakit pelat merah itu terancam terhenti jika klaim tersebut tidak terbayarkan.

    "APBD Pemerintah Kota Bekasi tetap difokuskan untuk pencegahan penanganan Covid 19 dan juga untuk anggaran lainnya," ujarnya.

    Baca: Tunggakan BPJS dan Kemenkes ke RSUD Kota Bekasi Tembus Rp81 Miliar

    Dia membeberkan, berdasarkan hasil dari verifikasi BPJS dari total pengajuan klaim RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi sebesar Rp171 miliar untuk bulan layanan Maret sampai Desember 2021, disetujui  sebesar Rp81,9 miliar.

    Kemudian, kata dia, verifikasi lanjutan oleh Kemenkes terhadap klaim yang ditetapkan dispute oleh BPJS Kesehatan, lolos verifikasi Rp8,4 miliar.

    "Sehingga total klaim yang harus dibayarkan kemenkes untuk bulan layanan maret sampai dengan bulan layanan Desember  tahun 2020 sebesar Rp90 miliar, dari Kementerian Kesehatan telah membayarkan klaim sebesar Rp47 miliar serta sisanya sebesar Rp43 miliar sampai saat ini belum terbayarkan," ungkap Rahmat.

    Selanjutnya, kata dia, untuk bulan layanan Januari 2021 selesai verifikasi dan sudah disetujui dengan nilai Rp24,7 miliar dari total ajuan klaim Rp36,7 miliar.

    Kemudian, bulan layanan Februari sampai Mei 2021 diasumsikan RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid untuk verifikasi mengajukan kurang lebih Rp77 miliar ke BPJS Kesehatan.

    Jika ditotal sebanyak Rp43 M dengan Rp24,7 miliar ditambah dengan pengajuan Rp77 miliar berkisar kurang lebih Rp144 miliar nilai pembiayaan pelayanan covid-19.

    Meskipun tunggakan masih belum terbayarkan sampai saat ini, RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi masih tetap melakukan pelayanan.

    "Tunggakan pembayaran klaim Covid-19 yang sama sekali belum dibayarkan oleh Kementerian Kesehatan terhitung bulan layanan November tahun 2020 hingga Mei 2021," kata Rahmat.

    Sehingga, dia mengkonsultasikan kepada BPKP RI dalam hal menemukan solusi untuk mempercepat pembayaran klaim.

    "Mengingat daruratnya penanganan pasien covid-19 di Kota Bekasi," katanya.

    Saat ini, Pemkot Bekasi tengah berupaya untuk menerima tagihan utang yang belum dibayar tersebut. Pihaknya juga mengirimkan surat tembusan ke Presiden Joko Widodo.

    Sebelumnya, Rahmat mengatakan saat ini pelayanan di RSUD Kota Bekasi sudah mulai terganggu dengan adanya piutang tersebut. Apalagi, nominal piutang mencapai lebih dari setengah anggaran penanganan covid-19 Kota Bekasi.

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id