Bau Tak Sedap Kali Jambe Bikin Nafsu Makan Warga Hilang

    Gana Buana, Antonio - 05 September 2019 15:59 WIB
    Bau Tak Sedap Kali Jambe Bikin Nafsu Makan Warga Hilang
    Sampah menumpuk di Kali Jambe, Kabupaten Bekasi sepanjang 500 meter. Antonio/Medcom
    Bekasi: Bau tak sedap yang timbul akibat tumpukan sampah di sepanjang aliran Kali Jambe, Mangunjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi mengganggu warga sekitar. Bahkan, sebagian warga mengaku tak lagi nafsu makan akibat mencium bau tersebut tiap hari.

    Uthie, 48, mengaku tak nafsu makan sejak aroma busuk tumpukan sampah seliweran selama tiga bulan lalu di sekitar rumahnya. Aroma tersebut tercium bahkan ketika semua cela di rumahnya sudah ditutup.

    “Mau pintu dan jendela ditutup masih kecium bau busuknya,” kata Uthie, warga sekitar yang tinggal sekitar 100 meter dari Kali Jambe, Kamis, 5 September 2019.

    Uthie mengaku terpaksa selalu menutup rapat pintu rumah agar bau busuk tersebut tak masuk ke dalam rumah. Bahkan, kipas angin di rumahnya selalu dihidupkan sebagai alat pengusir bau.

    “Kalau enggak dihidupkan baunya enggak hilang,” kata dia.

    Warga lainnya, Daniel, 48, mengatakan kondisi ini telah terjadi selama tiga bulan. Penumpukan diduga karena adanya kiriman sampah dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang ada di hulu kali tersebut.

    "Ini sejak Juni, semenjak kemarau. Ini bukan sampah seorang lempar, seorang lempar, tapi ada TPS di sana (hulu Kali Jambe)," kata Daniel.

    Kata dia, kondisi penumpukan sampah tidak terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. "Mungkin ini karena kemarau panjang, dangkal kalinya, jadi menumpuk (sampah)," ujarnya.

    Tumpukan sampah di Kali Jambe membentang sejauh kurang lebih 500 meter. Berbagai kantong dan kemasan plastik aneka warna serta ukuran menghiasi permukaan kali yang airnya menghitam itu. Ada plastik karung beras, kantong plastik biasa, hingga kantong sampah berukuran besar warna hitam.

    Selain itu, masih ada berbagai benda tak lazim di Kali Jambe, seperti ransel, sandal, karpet, dan berbagai jenis gabus. Semuanya mengendap di permukaan kali tanpa bisa terdorong arus air.

    Selain menimbulkan bau tak sedap, keadaan ini jadi pemicu bersarangnya nyamuk dan lalat.

    “Paling yang bikin enggak tahan mah nyamuk. Bukan main, banyak banget. Ngumpetnya kan di sini kalau siang, malam dia pada keluar," kata warga lainnya Wasti.




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id