comscore

Semua Alun-alun di Jabar Ditutup Selama Nataru

Roni Kurniawan - 23 Desember 2021 16:36 WIB
Semua Alun-alun di Jabar Ditutup Selama Nataru
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Jumat, 28 Agustus 2020.
Bandung: Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan pengetatan aktivitas masyarakat saat libur Natal dan tahun baru (Nataru) untuk mencegah penularan covid-19, khususnya varian baru Omicron. Seluruh Alun-alun di Jabar ditutup untuk mencegah kerumunan yang berpotensi terjadi penularan.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan semua alun-alun di Jabar ditutup untuk mencegah kerumunan saat Nataru. Hal ini sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 66 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada Natal dan Tahun Baru yang salah satunya mengatur tentang Penutupan Alun-alun di Seluruh Wilayah Tanah Air Jelang dan Pasca Pergantian Tahun.
"Kami akan mengetatkan dengan tidak memperbolehkan perayaan tahun baru di ruang publik. Maka alun-alun dan ruang publik diimbau untuk ditutup selama menjelang tahun baru sesuai arahan dari Kapolri agar mengurangi potensi kehadiran kerumunan," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis, 23 Desember 2021.

Baca: Ridwan Kamil Pastikan Jabar Aman saat Natal

Gubernur yang akrab disapa Emil ini menambahkan, pihaknya akan melakukan pengetatan di tempat-tempat wisata. Misalnya melakukan pengawasan ketat dalam penggunaan aplikasi PeduliLindungi dan kapasitas pengunjung.

Serupa, kawasan pusat perbelanjaan pun akan diawasi ketat termasuk dalam penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Pasalnya, PeduliLIndungi ialah dasar untuk menyeleksi orang-orang yang berpotensi bisa menularkan covid-19.

"Pasukan-pasukan sudah mengantisipasi  (pergerakan orang saat nataru) dengan pengamanan di berbagai titik strategis kemudian juga dikombinasikan dengan random antigen untuk memastikan yang berpergian itu aman kemudian ada vaksinasi yang sifatnya situasional kita lakukan," imbuhnya.

Dia memastikan akan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Misalnya bagi yang umat kristiani, bisa beribadah dengan aman dan nyaman pada  momen hari raya natal. 

Baca: Ridwan Kamil Optimistis, 31 Desember Jabar Tembus Vaksinasi 75%

"Insyaallah Jawa Barat kondusif sehingga dipersilakan warga kristiani Natal dengan aman dan tenang. Dijamin seribu persen keamanannya oleh negara melalui personel yang lebih dari 170.000 yang disiapkan dari seluruh Indonesia termasuk di Jawa Barat," ujarnya. 

Namun, lanjut Emil, tetap ada pembatasan kapasitas jemaat yang bisa beribadah di gereja. Mengingat, pandemi covid-19 masih belum berakhir sepenuhnya meskipun sudah mengalami penurunan.

"Namun situasi covid-19 belum selesai, dalam situasi ancaman ada Omicron maka diimbau sesuai dengan edaran Menteri Agama agar ada kombinasi ibadah secara hybrid dan kapasitas 50 persen. Mudah-mudahan dipatuhi tanpa mengurangi kekhidmatan kita dan mereka yang sedang beribadah," tutupnya.


(LDS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id