comscore

Status Kelembagaan Sekolah Menengah KKP Meningkat Jadi Politeknik

Deny Irwanto - 01 Juli 2022 14:11 WIB
Status Kelembagaan Sekolah Menengah KKP Meningkat Jadi Politeknik
Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP, I Nyoman Radiarta. Dokumentasi/ istimewa
Kupang: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan transformasi kelembagaan pada satuan pendidikan dengan meningkatkan status kelembagaan sekolah menengah menjadi Politeknik Kelautan dan Perikanan. 

Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP, I Nyoman Radiarta, mengatakan transformasi kelembagaan ini sebagai upaya peningkatan kualitas satuan pendidikan lingkup KKP.
"Diharapkan dengan momen tersebut dapat meningkatkan kualitas SDM di Kupang khususnya dan bahkan di Nusa Tenggara Timur. Terkait hal tersebut, kami mohon dukungan dari seluruh pihak untuk bersama-sama bersinergi dalam transformasi kelembagaan maupun kepegawaian," kata Nyoman dalam keterangan pers, Jumat, 1 Juli 2022.
 
Baca: KKP Bantu UMKM Jatim Ekspor Perdana Ikan Koi ke Malaysia

Nyoman menjelaskan transformasi tersebut di antaranya adalah Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Kupang, salah satu satuan pendidikan KKP, yang telah mewisuda 80 orang lulusan angkatan terakhir, yaitu Angkatan XVIII, Tahun Pelajaran 2021/2022, Senin, 27 Juni 2022 di kampus SUPM, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Nyoman dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, KKP menaikkan status pendidikan menengah menjadi pendidikan tinggi. Untuk itu sejak Tahun Pelajaran 2019/2022 SUPM Kupang tidak lagi menerima peserta didik.

Upaya KKP tersebut mendapat dukungan dari Gubernur NTT. Viktor Bungtilu Laiskodat, sebagaimana dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten 1 Sekretariat Daerah Pemprov NTT Bernadeta Meriani Usboko.

Menurutnya 75% dari wilayah NTT adalah laut yang memiliki potensi dan peluang yang cukup besar untuk dapat dikembangkan menjadi sumber kekuatan ekonomi baik untuk kepentingan daerah maupun masyarakat luas. 

"Dengan demikian, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana meningkatkan kualitas SDM, yang memiliki keahlian dan keterampilan dalam bidang kelautan agar mampu mengelola sumber daya laut secara profesional," jelas Nyoman.

Sementara Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan BRSDM, Bambang Suprakto, mengatakan pihaknya menyelenggarakan kegiatan pendidikan melalui 20 satuan pendidikan, baik pendidikan tinggi maupun menengah di berbagai daerah dengan peserta didik dari seluruh Indonesia.

Satuan-satuan pendidikan tersebut menerapkan sistem pendidikan vokasi melalui pendekatan teaching factory dengan porsi praktik 70% dan teori 30%. Biaya pendidikannya disubsidi oleh negara.

Menurut Bambang sebanyak 55% kuota peserta didik diisi oleh anak-anak pelaku utama kelautan dan perikanan. Para lulusannya tak hanya mendapat ijazah tapi juga sertifikat kompetensi dan keahlian. Saat ini sedang dibuka pendaftaran satuan-satuan pendidikan KKP, yang informasinya dapat diakses melalui tautan www.pentaru.kkp.go.id.

Sementara Kepala SUPM Kupang, Marcus Samusamu, mengatakan sejak sngkatan I pada 2005 hingga Angkatan XVIII pada 2022, SUPM Kupang telah meluluskan 1.053 orang alumni. Mereka tersebar di berbagai daerah, bahkan hingga ke luar negeri.

"Banyak yang telah direkrut pada perusahaan-perusahaan perikanan di luar negeri, seperti Australia, Jepang, Korea, Tailand, Panama, Norwegia, dan negara-negara lainnya," ungkap Marcus.

Sebagai informasi, cikal bakal SUPM Kupang bermula pada 1991-2001 sebagai Program Studi (Prodi) Penangkapan Ikan di Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Negeri Lili Kupang, yang dibentuk oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTT.

Pada 2001 tidak diselenggarakan penerimaan taruna baru bagi Prodi tersebut, berkaitan dengan pemisahan Direktorat Jenderal Perikanan dari Departemen Pertanian ke Departemen Kelautan dan Perikanan (sekarang KKP).

Untuk menunjang dan mendukung Gerakan Masuk Laut di NTT pada 2002, Pemprov NTT meningkatkan status Prodi tersebut menjadi SUPM Kupang. Pengelolaannya oleh DKP NTT di bawah naungan KKP melalui SUPM Negeri Tegal, sebagai koordinator untuk SUPM daerah/swasta wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

Pada 2011 dilakukan penandatanganan Berita Acara Penyerahan dan Pengalihan Lembaga pendidikan SUPM Kupang dari Pemprov NTT kepada KKP. Terakhir, SUPM Kupang ke depannya akan digabung dengan Politeknik KP Kupang.

Peningkatan SDM melalui pendidikan tersebut, sejalan dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Sebelumnya, Menteri Trenggono mengatakan peran pendidikan kelautan dan perikanan adalah mengembangkan SDM yang berintegritas, produktif, kreatif dan inovatif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi berkelanjutan sebagai kunci utama dalam percepatan pembangunan kelautan dan perikanan.

(DEN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id