Harga Pangan di Papua Naik Imbas Pembatasan Transportasi

    Roylinus Ratumakin - 08 April 2020 12:21 WIB
    Harga Pangan di Papua Naik Imbas Pembatasan Transportasi
    Aktivitas di Pasar Pharaa, Sentani, Kabupaten Jayapura. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin.



    Jayapura: Harga sejumlah kebutuhan pokok di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, naik imbas pembatasan transportasi.

    Salah satu pedagang di Pasar Pharaa, Sentani, Supardi, mengaku harga telur ayam ras per rak saat ini berkisar antara Rp80 ribu hingga Rp100 ribu. Padahal normalnya, satu rak telur berisi 30 butir itu hanya sekitar Rp70 ribu.






    “Harga telur naik karena pakan ayam didatangkan dari luar (daerah). Stok mulai menipis sehingga harganya naik,” kata dia, Rabu, 8 April 2020.

    Selain telur ayam ras, harga kebutuhan pokok yang juga naik, di antaranya gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, kopi, dan susu. Harga semua produk tersebut rata-rata naik sekitar Rp1.000-Rp2.000.

    “Pembatasan jalur transportasi cukup berdampak terhadap pengiriman barang ke Jayapura sehingga stok (barang) di grosir mulai menipis. Kapal barang itu tidak seperti kapal penumpang, datangnya bisa 2-3 pekan sekali,” ujarnya.

    Baca juga: ?Harga Pangan di Papua Naik Imbas Pembatasan Transportasi 

    Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Jayapura Tasrieb Thayieb menyebut kenaikan harga disebabkan keterbatasan pasokan. “Sudah menjadi hukum ekonomi. Ketika ketersediaan produk terbatas, harganya pasti naik,” jelas dia.

    Senada, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Papua, Omah Laduani Ladamay, menambahkan stok telur ayam terbatas lantaran kapal yang membawa bahan pangan tidak dapat masuk ke Jayapura, menyusul pelarangan kapal penumpang yang juga membawa logistik berupa bahan pangan sejak 26 Maret hingga 9 April 2020.

    “Stok telur ayam tidak masalah, hanya kapalnya saja yang tidak boleh masuk," kata dia.

    Sedangkan untuk komoditas gula pasir, ungkap Laduani, stok secara nasional pun terbatas, tak hanya di Papua. Namun ia memastikan pemerintah daerah telah melakukan tindakan guna memastikan stok pangan tetap aman.

    “Kami tangani secara serius, kami buat edaran kepada pengecer dan distributor untuk membatasi penjualan gula pasir sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Kami juga tegaskan jangan melakukan penimbunan," ungkapnya.

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id