SMPN 16 Malang Mengaburkan Informasi Perundungan

    Daviq Umar Al Faruq - 05 Februari 2020 15:03 WIB
    SMPN 16 Malang Mengaburkan Informasi Perundungan
    Wali Kota Malang, Sutiaji mengunjungi SMPN 16 Kota Malang, Jawa Timur, Senin 3 Februari 2020. (Foto: Humas Pemkot Malang)
    Malang: Wali Kota Malang, Sutiaji, mengumpulkan kepala sekolah dari seluruh SMP di Kota Malang, Jawa Timur, di Kantor Balai Kota Malang, Rabu 5 Februari 2020. Agenda digelar untuk membahas dugaan kasus perundungan di SMPN 16 Kota Malang.

    Sutiaji mengaku geram dengan dugaan kasus perundungan yang terjadi di Kota Malang. Sebab, ada perbedaan informasi yang ia dapatkan dari berbagai pihak terkait peristiwa tersebut.

    "Ada kesan penggalan informasi yang tidak utuh yang saya terima dari pihak sekolah. Apa yang diinformasikan dari perkembangan berita sebagaimana dilansir oleh Polresta Kota Malang tidak kami dapatkan saat berkunjungan ke sekolah beberapa hari yang lalu," katanya, di Malang, Rabu, 5 Februari 2020.

    Sutiaji mengaku telah mendatangi SMPN 16 Kota Malang untuk mengklarifikasi dugaan kasus perundungan tersebut, pada Senin, 3 Februari 2020. Informasi dari pihak sekolah menyatakan  peristiwa tersebut tidak disengaja dan hanya gurauan.

    Dia meminta agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Sutiaji juga menginstruksikan agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang segera mengambil langkah pembinaan teknis.

    "Tanggung jawab mendidik anak memang tidak bisa dibebankan pada sekolah saja, memang harus ada keterlibatan aktif para orang tua dan pelibatan masyarakat. Namun saat anak-anak di lingkungan sekolah maka itu tanggung jawab sekolah yang dipandegani Kepala Sekolah selaku top manajernya," jelasnya.

    Dia menjanjikan memberi penghargaan kepada lembaga sekolah yang sukses dalam melakukan pembinaan siswa. Namun bila gagal, sekolah harus siap menerima sanksi.

    "Kami akan terus memonitor perkembangan siswa yang menjadi korban dugaan perundungan ini baik komunikasi secara langsung dengan orang tuanya, dokter pendamping maupun melakukan kunjungan ke rumah sakit," pungkasnya.

    Sebelumnya, salah seorang siswa SMPN 16 Kota Malang, Jawa Timur, MS, 13, harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit Lavalette, Kota Malang, Jawa Timur. Siswa kelas VII itu diduga menjadi korban perundungan.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id