Fenomena Embun Upas Muncul Lagi di Dieng

    Antara - 09 Agustus 2020 19:09 WIB
    Fenomena Embun Upas Muncul Lagi di Dieng
    Fenomena embun upas di Dieng. (Foto: ANTARA/Istimewa)
    Banjarnegara: Fenomena embun upas atau embun beku kembali muncul di Kawasan Wisata Dataran Tinggi (KWDT) Dieng pada Minggu, 9 Agustus 2020.

    "Ini kemunculan kedua selama Agustus. Pada Sabtu, 8 Agustus kemarin muncul pada suhu minus satu dan hari ini pada suhu minus tiga," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Objek wisata Dieng, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara, Sri Utami.

    Dia menjelaskan kemunculan embun upas atau embun beku menjadi salah satu daya tarik wisata di lokasi tersebut. "Banyak wisatawan yang datang ke Dieng karena ingin melihat fenomena embun upas ini," ungkapnya.

    Sri mengatakan sejumlah objek wisata di Dieng telah dibuka sejak 1 Agustus 2020 dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.

    "Sosialiasi mengenai protokol kesehatan ini selalu kami sampaikan kepada wisatawan, penggunaan masker, jaga jarak fisik, cuci tangan, dan menghindari kerumunan menjadi keharusan demi keamanan dan kenyamanan bersama," ujar dia.

    Baca juga: Surabaya Terapkan 3 Metode Belajar Selama Pandemi Covid-19

    Sri mengungkapkan rombongan wisatawan akan dipandu oleh pemandu wisata yang sekaligus bertugas untuk mengingatkan soal protokol kesehatan. "Satu pemandu untuk sekitar 20 orang wisatawan."

    Menurut Sri, pada akhir pekan banyak wisatawan yang menginap di homestay sekitar objek wisata. Ada pula wisatawan yang sengaja menunggu munculnya embun upas di areal parkir Candi Arjuna.

    Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie menyebutkan saat musim kemarau, Dataran Tinggi Dieng memiliki kelembaban udara yang tinggi, berbeda dari daerah lainnya di Jawa Tengah. Tingginya kelembaban udara akibat kompleksitas pegunungan dan tutupan lahan.

    "Pada saat inilah embun upas atau embun beku terbentuk," jelasnya.

    Dia menambahkan pola kelembaban udara harian di Dieng dapat menjadi jenuh atau terkondensasi menjelang pagi hari. Uap air di udara berubah menjadi titik-titik air, di saat yang bersamaan suhu udara harian juga menuju pada titik minimumnya mencapai nol derajat celsius atau bahkan minus. Embun upas akan bertahan ketika suhu masih berada pada kisaran titik beku.

    "Akibat suhu lingkungan yang sangat dingin, titik-titik air atau embun yang telah terbentuk tersebut kemudian berubah menjadi kristal es atau embun upas."

    (MEL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id