Puing Helikopter MI-17 Berada di Tebing Terjal

    Roylinus Ratumakin - 11 Februari 2020 08:18 WIB
    Puing Helikopter MI-17 Berada di Tebing Terjal
    Persiapan evakuasi Helikopter MI-17. Medcom.id/Roylinus Ratumakin
    Jayapura: Puing Helikopter MI-17 ditemukan pada Senin, 10 Februari 2020, pemantauan titik temuan dilakukan pagi ini, Selasa, 11 Februari 2020, di lokasi temuan puing Helikopter MI-17 di tebing di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Lokasi temuan puing Helikopter MI-17 berada di tebing terjal.

    "Kami akan lakukan peninjauan ulang lokasi untuk menentukan posisi pendaratan helikopter untuk pendaratan pasukan untuk melakukan evakuasi," kata Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) XVII/Cenderawasih, Lekol Dax Sianturi, melalui sambungan telepon, Selasa, 11 Februari 2020.

    Siantuari menerangkan medan lokasi temuan puing Helikopter MI-17 cukup terjal dan curam. Tim evakuasi kudu berhati-hati saat proses evakuasi nanti. 

    "Kemungkinan tim yang akan diturunkan adalah tim dari TNI AD dan AU," ujarnya.

    Puing Helikopter MI-17 Berada di Tebing Terjal
    Pasukan disiapkan di Lanut Silas Papare untuk mengevakuasi Helikopter MI-17 di salah satu tebing di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin.

    Sianturi mengatakan sebanyak empat helikopter dikerahkan dalam proses evakuasi hari ini. Tiga Helikopter milik TNI AD dan satu helikopter milik Demonim Air.

    "Untuk proses evakuasi kemungkinan besar belum bisa dilakukan hari ini. Intinya bahwa kami masih melakukan pemantauan titik lokasi yang tepat untuk helikopter yang membawa pasukan mendarat," bebernya.

    Sebelumnya, Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab memastikan Helikopter MI-17 Penerbad Nomor Registrasi HA 5138 telah ditemukan. Lokasi temuan berada di salah satu tebing di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

    "Betul (telah ditemukan) tadi saya melihat langsung lokasi puing dari ketinggian 12.500 kaki", kata Asaribab, Senin, 10 Februari 2020.

    Pihaknya akan fokus untuk melakukan evakuasi terhadap korban dan puing-puing pesawat. Dia menerangkan evakuasi harus dilakukan dengan tepat, lantaran lokasi temuan berada di tebing dengan sudut hampir 90 derajat. 

    Helikopter MI-17 Penerbad Nomor Registrasu HA 5138 dinyatakan hilang sejak 28 Juni 2019. Helikopter itu hilang kontak ketika terbang dari Oksibil menuju Jayapura sesaat setelah melaksanakan penurunan logistik bagi pos TNI yang berada di Kabupaten Pegunungan Bintang.

    Helikopter MI-17 mengangkut tujuh orang kru Penerbad dan lima orang prajurit Satgas Yonif 725/Wrg. Dari pengamatan udara terhadap puing-puing pesawat, kuat dugaan heli tersebut menabrak dinding tebing saat cuaca berkabut tebal. 






    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id