Alat Deteksi Kebencanaan Bisa Difungsikan Sebelum Operasional YIA

    Ahmad Mustaqim - 10 Februari 2020 19:29 WIB
    Alat Deteksi Kebencanaan Bisa Difungsikan Sebelum Operasional YIA
    Petugas mengamati pesawat yang mendarat dari tower atau menara milik AirNav Indonesia di Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, DI Yogyakarta, Rabu (16/10/2019). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
    Kulon Progo: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan alat deteksi dini kebencanaan di Yogyakarta International Airport (YIA) Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, bisa diselesaikan sebelum jadwal operasional penuh. Adapun YIA dijadwal operasional penuh pada 29 Maret 2020.

    "Saya kira waktunya cukup. Target kami peralatan (deteksi dini bencana) bisa difungsikan pada 23 Maret," kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di Kulon Progo, Senin, 10 Februari 2010.

    Dwikorita menjelaskan alat peringatan dini gempa bumi, tsunami, serta alat pemantauan cuaca atau Automated Weather Observing System (AWOS) akan segera terpasang. Menurut Dwikorita AWOS menjadi bagian terpenting karena bandara YIA telah operasional. 

    BMKG memiliki kantor tersendiri di area YIA. Salah satu sudut di YIA menjadi bangunan khusus tower untuk memantau cuaca. 

    "Tinggal sistem peringatan dini dan gempa. Itu sebelum bandara ini terbangun sudah siap. Tetapi dengan adanya bandara, kita tingkatkan resolusi dan presisinya. Akurasinya juga kita tingkatkan," jelas Dwikorita.

    Peningkatan resolusi hingga akurasi data itu dilakukan penambahan sejumlah peralatan. Mulai intensity meter, akselorometer, seismograf, dan a quick early warning system. Penambahan alat itu diharapkan bisa meningkatkan kecepatan pelaporan. 

    "Biasanya pelaporan membutuhkan waktu lima menit. Diharapkan adanya tambahan itu kecepatan peringatan dininya bertambah cepat menjadi kurang dari 5 menit. Resolusinya bisa lebih tajam," ungkap Dwikorita.

    Pihaknya masih memikirkan media untuk menyampaikan peringatan dini di area YIA. Entah melalui sirine alarm atau pengumuman dengan pengeras suara. 

    "Ini akan kita test. Harus ada latihan. Kita coba kalau dengan sirine reaksinya jadi bagaimana, jadi tambah bingung, panik, untuk simulasi ya. Atau dengan suara. Ini masih bahan diskusi kan. Mana yang terbaik nanti kelihatan, orang-orang lebih suka sirine atau ucapan," pungkas Dwikorita.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id