comscore

RMI NU Jatim Desak Kemenag Cabut Izin Ponpes Shiddiqiyyah Jombang

Amaluddin - 07 Juli 2022 17:36 WIB
RMI NU Jatim Desak Kemenag Cabut Izin Ponpes Shiddiqiyyah Jombang
Suasana di depan Ponpes Shiddiqiyyah, Jombang, Jawa Timur. (Medcom.id)
Surabaya: Kasus dugaan pencabulan santriwati oleh MSAT, putra pengasuh Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Ploso, Kabupaten Jombang, berbuntut panjang. Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PW RMI NU) Jawa Timur mendorong Kementerian Agama mencabut izin ponpes tersebut.

"RMI Jatim mendukung Kemenag untuk mencabut izin Ponpes Shiddiqiyyah Ploso. Karena kalau sudah terbukti kasus seperti itu, sebaiknya Kemenag menutup saja (Ponpes Siddiqiyyah)," kata Ketua RMI NU Jatim, Iffatul Lato'if alias Gus Toif, di Surabaya, Kamis, 7 Juli 2022.
Menurut Gus Toif, sebuah ponpes harus mendapat konsekuensi hukum. Apalagi kalau ponpes itu terbukti adanya kasus pencabulan terhadap santriwati di ponpes itu.

"Kalau sudah terbukti secara hukum, dan memang jelas, ya tidak ada salahnya kalau harus dicabut, bahkan itu sebuah keharusan," katanya. 
 
Baca: PBNU Minta Tersangka Pencabulan Santriwati MSAT Tak Takut Diproses Hukum

Gus Toif berpendapat adanya kasus pencabulan santriwati di Jombang berpotensi menimbulkan efek negatif dari masyarakat terhadap pondok pesantren lain. Hal ini bisa membuat masyarakat mengeneralisir bahwa semua pondok sama. 

"Kami betul-betul prihatin, ini sungguh memukul kami komunitas pesantren yang selama ini masya allah, jenengan tahu bagaimana di lingkungan dalam pesantren memiliki kewajiban ikut mencerdaskan bangsa," ujarnya. 

Sebelumnya, dukungan pencabutan izin datang dari Kabareskrim Komjen Agus Andrianto yang menyarankan kepada Kementerian Agama (Kemenag) untuk mencabut izin Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Ploso.

Agus awalnya mengakui pihaknya perlu dukungan masyarakat dalam menuntaskan masalah. Dukungan yang diharapkan, semisal, menarik putra-putrinya dari ponpes tersebut.

"Dukungan masyarakat sangat diharapkan untuk menuntaskan masalah tersebut, misal semua orang tua murid yang ada di ponpes tersebut menarik semua putra-putrinya untuk pindah ke Ponpes yang lebih aman dari kemungkinan menjadi korban kekerasan seksual," kata Agus.


(WHS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id