Bawang Putih di Mataram Tembus Rp100 Ribu/Kg

    Antara - 07 Mei 2019 12:14 WIB
    Bawang Putih di Mataram Tembus Rp100 Ribu/Kg
    Ilustrasi bawang putih. MI/Panca Syurkani
    Mataram: Harga bawang putih yang dijual pedagang Pasar Kebon Roek, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, tembus Rp100 ribu per kilogram. Lonjakan harga tersebut terekam Antara dalam percakapan pembeli dengan pedagang sayur dan bumbu masakan di Pasar Kebon Roek, Selasa, 7 Mei 2019.

    Pembeli bernama Yanti menanyakan harga bawang putih. Namun, Yanti sontak kaget setelah mendengar pedagang melempar harga Rp100 ribu per kilogram bawang putih.

    "Kok mahal sekali Bu? kasih seperempat kilo saja deh," kata Yanti, sembari memberikan uang kertas pecahan Rp20 ribu dan Rp5 ribu kepada si pedagang.

    Harga Rp25 ribu itu diberikan si pedagang untuk bawang putih yang kulitnya sudah dikupas bersih. Baik impor atau pun lokal, kedua jenis bawang putih dijual dengan harga yang sama.

    "Kalau lokal jarang dapat stoknya. Jadi kalau pun ada, harganya sama saja," kata Inaq Siah, pedagang yang membuka lapaknya di kawasan Timur parkir Pasar Kebon Roek tersebut.

    Dari pantauan Antara, tidak sedikit para pedagang di Pasar Kebon Roek menjual bawang putih jenis impor yang struktur umbinya lebih berisi dibandingkan barang lokal.

    Namun harga jual bawang putih di Pasar Kebon Roek, tidak selalu dilepas dengan harga Rp100 ribu. Bawang putih dijual di kisaran Rp75 ribu per kilogramnya.

    Dinas Perdagangan NTB telah memesan sebagian kuota bawang putih impor nasional yang datang dari Tiongkok sebanyak 84 ribu ton. Bawang putih produk Tiongkok ini merupakan realisasi dari persetujuan impor yang diberikan Kementerian Perdagangan kepada importir dengan total volume 115 ribu ton.

    Kepala Dinas Perdagangan NTB Putu Selly Andayani berharap harga pasar bawang putih yang saat ini sudah tergolong mahal bisa kembali normal. Pasokan impor ini diharapa bisa segera masuk ke NTB agar dapat menekan inflasi.

    "Kalau harganya dibiarkan terus mengalami kenaikan, tentu bisa memicu inflasi tinggi. Makanya kami menerima masuknya bawang putih impor tersebut," kata Selly tanpa merinci berapa volume bawang putih impor yang akan masuk pada Ramadan 1440 Hijriah ke NTB.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id