Ini Tanah Milik Mantan Wali Kota Batu yang Dipasang Plang Penyitaan oleh KPK

    Daviq Umar Al Faruq - 03 Juni 2021 11:41 WIB
    Ini Tanah Milik Mantan Wali Kota Batu yang Dipasang Plang Penyitaan oleh KPK
    Tanah milik mantan Wali Kota Batu Edi Rumpoko di Jalan Sultan Agung, Nomor 7 Kota Batu, Jawa Timur, dipasangi plang penyitaan oleh KPK. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq



    Batu: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita aset tanah di Jalan Sultan Agung nomor 7, Kota Batu, jawa Timur. Aset yang disita tersebut diduga terkait kasus gratifikasi yang menyeret esk Wali Kota Batu Eddy Rumpoko beberapa waktu lalu.

    Berdasarkan pantauan Medcom.id, aset tanah tersebut dipenuhi dengan rerumputan dan juga terdapat pondasi menggunakan batu bata merah. Di lahan tersebut dipasangi papan plang berwarna putih setinggi sekitar tiga meter.

     



    Plang tersebut bertuliskan: Berdasarkan Surat Perintah Penyitaan Nomor Sprin Sita/176/DIK.01.05/20-23-05/2021, tanggal 21 Mei 2021 Tanah ini: 1. SHM Nomor 1698/Sisir, 2. SHM Nomor 1744/Sisir. Telah Disita. Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi pasal 12 B (Gratifikasi) Undang-undang Tindak Pidana Korupsi dengan Tersangka Eddy Rumpoko.

    Pada bagian bawah plang bertuliskan: Perhatian. Dilarang untuk memperjualbelikan, menduduki, menggunakan, menguasai atau melakukan tindakan hukum lain atas obyek hukum ini, selain Komisi Pemberantas Korupsi (KPK)  atau Putusan Pengadilan.

    Baca: KPK Sita Sebidang Tanah Terkait Korupsi di Pemkot Batu

    "Tim penyidik KPK telah melakukan pemasangan pelang penyitaan," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Kamis, 3 Juni 2021.
     
    Ali enggan memerinci pemilik tanah itu. Namun, dia memastikan penyitaan sudah dilakukan sesuai dengan prosedur.

    Sebagai informasi, pada 2017, penyidik KPK menjerat Wali Kota Batu Eddy Rumpoko dalam operasi tangkap tangan pada September. Eddy dijatuhi hukuman 5,5 tahun penjara oleh majelis kasasi Mahkamah Agung pada 2019.
     
    Dalam kasus tersebut, Eddy Rumpoko diduga menerima suap senilai Rp500 juta terkait proyek belanja modal dan mesin pengadaan meubelair di Pemerintah Kota Batu, tahun anggaran 2017 senilai Rp5,26 miliar.

    (SYN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id